Dua Pertunjukan Teater Menghipnotis Penonton Saat Penutupan Workshop Seni Teater NTT

Seni Budaya Warta Kota

KUPANG, TOPNewsNTT|| Penutupan Workshop Teater Seni NTT di Aula UPTD Museum Daerah Provinsi NTT (Kamis, 7/9) berakhir memukau dan mengharukan dengan pementasan dua Pertunjukkan Teater Hasil Workshop dengan judul “Hidup Bagai Roda” dan “Nuansa Flobamora” yang dilakonkan oleh 30 peserta dengan terbagi dalam 2 kelompok yang masing-masing berdurasi 20 menit.

Kedua pertunjukkan ini membuat takjub dan haru bagi Kepala Balai dan Kepala Museum, sebab hasil workshop tersebut benar-benar sesuai dengan harapan yaitu memaparkan kisah-kisah yang berbasis tradisi yang ada di NTT.

Penutupan dihadiri oleh Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVI NTT (sebagai penyantun dana bantuan pemerintah untuk fasilitasi pemajuan kenudayaan), didamlingi oleh kepala UPTD Museum Daerah Provinsi NTT Aplinuksi Maximus A. Asamani.

Sebelum penutupan dihelat Pertunjukkan Teater Hasil Workshop yang dilakonkan oleh 30 peserta dengan terbagi dalam 2 kelompok.

“Kelompok pertama mempersembahkan Pentasnya “Roda Kehidupan” sebagai ekspresi untuk mengajak kita semua mencintai alam dan lingkungan serta mengajak kita semua agar tetap memelihara alam sebagai ibu pertiwi yang selalu memberikan kehidupan bagi kita semua. Sementara pertunjukkan dengan judul “Nuansa Flobamora”, mengisahkan perkawinan adat, yang mana jangan sampai menggunakan Belis yang tinggi sehingga dapat memisahkan CINTA sejati dua insan yang ingin bersatu lewat perkawinan agama kudus dan sakral.” Jelas ketua panitia dan ketua Lembaga Swadaya Perfileman Teater Seni NTT,  Piter kepada media.

Menutup kegiatan, Kepala UPTD Museum Daerah Provinsi NTT Aplinuksi M.A.Asamani  memgatakan bahwa Pihak Museum akan mendukung upaya-upaya komunitas seni yang berkarya untuk kemajuan budaya NTT.

“Kami dari UPTD Museum ingin memberikan peluang bagi para komunitas melakukan riset untuk membuat ceritera-ceritera dengan cara mengunjungki barang-barang peninggalan di Museum yang bernilai sejarah masa lalu, sehingga dapat dengan benar dipentaskan sebagai suatu pertunjukkan.” Ujar Aplinuksi.

Sementara itu Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVI NTT, I Made Dharma Suteja, S.S., M.Si, dalam sambutannya usai menyaksikan dua pertunjukkan tersebut memuji bakat dan ekspresi anak-anak muda NTT sebagai sangat baik dan berpotensi besar dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan yang ada di NTT.

“Saya pribadi dan sebagai Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XBI NTT berjanji untuk selalu mendukung setiap usaha dari adek-adek pelajar, Mahasiswa dan Komunitas, untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif seperti Workshop yang hari ini digelar. Saya berharap seluruh peserta yang hadir dapat menjadi tiang kekuatan budaya yang berkarya terus-menerus lewat kelompok-kelompo seninya masing-masing.” Ujarnya menutup sambutan.|| jbr