Akselerasi Rumah Sakit Pendidikan : Undana Perkuat Strategi Revitalisasi Menuju RSPTN Bereputasi

Bandung, TopNewsNTT.Com|| – Universitas Nusa Cendana (Undana) menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) sebagai pusat layanan kesehatan sekaligus institusi pendidikan klinis yang unggul. Upaya ini dibahas secara mendalam dalam Workshop Revitalisasi RSPTN bertajuk “Penguatan Peran RSPTN dalam Kerangka Sistem Kesehatan Akademik Menuju Rumah Sakit Pendidikan Berkelas Internasional” yang berlangsung di Rumah Sakit Universitas Padjadjaran, Selasa (10/3).

Kegiatan kolaboratif antara Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) dan Asosiasi RSPTN ini dihadiri oleh Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan Undana, Prof. Dr. Paul Gabriel Tamelan, M.Si yang hadir mewakili Rektor Undana. Dalam ajang strategis tersebut, Wakil Rektor II didampingi oleh Direktur RS Undana, Dr. Efrisca M. Br. Damanik, M.Biomed., Sp.PA., MM, Dekan Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH), Dr. dr. Christina Olly Lada, M.Gizi. serta Koordinator Program Studi Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Kristian Ratu, Sp.OG.

Dalam pemaparannya, Wakil Rektor II menggarisbawahi sejumlah keunggulan kompetitif yang dimiliki RS Umum Undana. Berdiri di atas lahan seluas 3,2 hektare dengan luas bangunan mencapai 1.215 m², rumah sakit ini memiliki posisi strategis yang mudah diakses masyarakat serta berada dekat dengan kawasan pendidikan. Hal ini menjadikannya tulang punggung bagi pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan, khususnya bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Undana.

“RS Umum Undana didukung oleh tenaga pendidik kompeten yang juga merupakan dosen aktif di Undana. Integrasi antara akademisi dan praktisi medis ini menjadi kunci dalam memberikan pelayanan berkualitas sekaligus mencetak tenaga kesehatan masa depan,” ujar Wakil Rektor II dalam sesi presentasi.

Berdasarkan data komposisi Sumber Daya Manusia (SDM) terbaru, RS Umum Undana saat ini diperkuat oleh 146 personel. Kekuatan ini terdiri dari 23 dokter (termasuk 10 dokter spesialis di berbagai bidang seperti Bedah, Anak, Obstetri & Ginekologi, hingga Forensik), 69 tenaga kesehatan lainnya yang didominasi oleh 50 perawat, serta 54 staf non-tenaga kesehatan.

Meski memiliki fondasi yang kuat, Undana mengakui perlunya langkah akselerasi dalam penguatan sarana, prasarana, dan teknologi kesehatan. Saat ini, fasilitas pendukung seperti perpustakaan, ruang diskusi, ruang istirahat koas, hingga akses teknologi informasi telah tersedia secara memadai. Namun, guna mencapai standar internasional, pihak universitas tengah memprioritaskan pemenuhan teknologi medis modern dan peralatan penunjang pendidikan klinis yang lebih komprehensif.

Revitalisasi ini diharapkan dapat menyempurnakan peran RS Umum Undana dalam ekosistem Academic Health System (AHS). Dengan penguatan teknologi dan fasilitas pembelajaran klinik yang lebih lengkap, RS Umum Undana diproyeksikan tidak hanya menjadi rumah sakit tipe pendidikan biasa, tetapi mampu bersaing di level internasional dalam memberikan pelayanan kesehatan berbasis riset.

Keikutsertaan delegasi Undana dalam workshop ini menjadi langkah konkret universitas dalam menjalin sinergi dengan Ditjen Dikti dan jejaring RSPTN nasional guna memastikan peta jalan (roadmap) pengembangan rumah sakit berjalan sesuai standar global yang ditetapkan pemerintah. (**)

rilis.hms.undana

(Ing)