Joint Working Group RI-Prancis XII, Upaya Perluasan Kerja Sama Bidang Dikti, Riset, Inovasi dan Kewirausahaan

Birokrasi Pendidikan tinggi Regional

Prancis, TOPNewsNTT||1 Juli 2022 –* Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia (BRIN), dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Prancis melangsungkan pertemuan Kelompok Kerja Bersama (_Joint Working Group_) ke-12 yang berlangsung di Valenciennes, Prancis, Selasa hingga Rabu, (28 – 29/6).

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim menyampaikan apresiasi atas hubungan kerja sama yang telah berjalan baik antara kedua negara melalui rekaman virtual.

“Beberapa kampus di Indonesia telah menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi di Prancis guna menguatkan ekosistem riset. Pada tahun 2021, kita telah berhasil meraih capaian baru untuk jumlah pelajar dan periset Indonesia yang menempuh pendidikan di Prancis, yakni sejumlah 579 orang,” ungkap Nadiem.

Nadiem menambahkan capaian tersebut menjadi motivasi untuk semakin mengembangkan dan memperluas kolaborasi yang telah terjalin dengan baik. “Terkhusus karena saat ini Kemendikbudristek tengah memprioritaskan upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi melalui terobosan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka,” tekannya.

“Salah satunya adalah program _International Student Mobility Awards_ (IISMA) atau pertukaran mahasiswa internasional,” sambungnya seraya mengajak Perguruan Tinggi terbaik di Prancis untuk membuka kampus di Indonesia.

Senada dengan itu, Sesjen Kemendikbudristek, Suharti dalam sambutan pembukaan di JWG ke-12 mengungkapkan kerja sama strategis yang telah dijalin oleh Indonesia dengan Prancis telah berlangsung dengan baik. “Kami berharap kerja sama kedua negara yang telah terjalin akan terus berkembang serta dapat mendukung program prioritas masing-masing negara seperti yang telah disampaikan oleh Menteri Nadiem,” ucap Sesjen Suharti.

Dalam pertemuan JWG ke-12, Indonesia dan Prancis ingin mendorong kerjasama riset yang berfokuskan pada ilmu kelautan, ilmu maritim (oseanografi), serta mengatasi tantangan global seperti masalah perubahan iklim (_climate change_) dan isu lingkungan.

Memperkuat hal tersebut, Kemendikbudristek dan BRIN juga membahas regulasi yang berlaku untuk kerja sama, dan pendanaan untuk mobilitas peneliti serta profesor di Indonesia. Disamping itu, Kedutaan Besar Prancis membahas skema pendanaan untuk mendukung kolaborasi, mobilitas, dan beasiswa dilanjutkan mempresentasikan konsep dan struktur sains dan inovasi.

Kepala BRIN, L. T. Handoko turut mendukung pembahasan regulasi tersebut. “BRIN memberikan dukungan bagi program riset internasional dengan menyiapkan dana untuk melakukan riset, BRIN berharap untuk berkolaborasi lebih banyak dengan lembaga penelitian dan ilmiah Prancis dalam tantangan global seperti perubahan iklim, teknologi, dan inovasi digital,” jelas Handoko.

Cyrille Pierre, Deputy Director General Globalization, Culture, Education and International Development, Ministry of European and Foreign Affairs of French Republic (MEAE) mengungkapkan beragam benefit yang diperoleh dari pertemuan yang dilangsungkan.

“JWG memiliki potensi untuk menciptakan kemitraan baru dalam bidang akademik untuk membentuk generasi berikutnya dari 3.500 peneliti yang saat ini terlibat dalam kerja sama penelitian bilateral dan bergabung dengan lebih dari 2.700 orang di platform France Alumni Indonesia yang membuktikan vitalitas relasi yang dimiliki,” ujar Cyrille.

Pertemuan JWG ke-12 RI-Prancis dilaksanakan dalam rangka membahas peningkatan kerja sama dan perumusan potensi kerja sama ke depan pada tingkat pemerintah di bidang pendidikan tinggi antar kedua negara serta memberi kesempatan kepada pihak Perguruan Tinggi untuk merancang kerja sama dan kegiatan lain secara otonom.

Secara spesifik, pertemuan membahas program jangka panjang dalam peningkatan program pertukaran akademik dan ilmiah antara kedua negara, konsorsium lembaga pendidikan dan penelitian, peningkatan mahasiswa yang belajar di Indonesia dan Prancis, peningkatan kerja sama di bidang pendidikan tinggi vokasi, pertukaran dosen dan peneliti dari perguruan tinggi dan lembaga penelitian yang terlibat dalam program RI-Prancis, pelibatan lebih banyak perguruan tinggi di Prancis dalam program IISMA, _Indonesian International Vocation Student Mobility Award_ (IIVOSMA), Partenariat Hubert Curien (PHC) Nusantara, dan pelatihan bersama untuk dosen dan tenaga kependidikan.

Pada JWG ini dilaksanakan juga _High-level meeting_ yang berfungsi untuk mengevaluasi hasil kesepakatan JWG dan diskusi pejabat tinggi kedua negara terkait kemungkinan pembiayaan bersama dalam penelitian dan _talent management_ dalam bidang penelitian. Selain sesi utama, terdapat sesi 8 sesi _Thematic Workshop_ dan _Networking Forum_ (_Speed Dating_) untuk perguruan tinggi berdiskusi aktif dan melakukan penjajakan kerja sama dengan perguruan tinggi di Prancis.

Lebih lanjut, pada pertemuan ini disepakati bahwa pelaksanaan JWG RI-Prancis dan _High-level Meeting_ akan dilakukan setiap 2 tahun sekali secara berkala. JWG selanjutnya akan dilaksanakan di Universitas Negeri Surabaya, Indonesia pada tahun 2024.|| juli br

Sp Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi