Buka Festival Budaya Kelurahan Fatululi, Josephine Getha: “Budaya, Alat Pemersatu dan Jembatan Penghubung Antar Generasi”
Kupang, TopNewsNTT.Com||Kelurahan Fatululi mengelar pembukaan Festival Budaya dan Perayaan HUT RI Ke-81 dengan thema “Keberagaman adalah Keluatan Untuk Bersatu” pada 11 Agustus 2026 bertempat di halaman depan Sektreatriat PD Pasar di Kompleks Pasar Oebobo.
Festival akan berlangsung pada 11-13 Agustus 2026 dan diisi dengan berbagai atraksi budaya dan lomba. Pada pembukaan pukul 17.00 wita sore, didahului dengan Tarian etnis Timor oleh siswa SMP.
Dalam pantauan media ini, antusias dan dukungan masyarakat kelurahan Fatululi yang beragam etnis dari berbagai lapisan masyarakat, sekolah dan sanggar-sanggar begitu nyata terutama untuk aspek budaya.
Panggung dimeriahkan oleh tarian Gemu Fa Mire dari siswa TK Kristen Carmel, Tarian Okomama (TTS ) dari para Siswa UPTD SDN Oebobo 2, Tarian Tea Eku (Nagekeo) oleh para Siswa SD Bouyant Montesouri School, Line Dance Nusantara oleh para guru UPTD SDN Oebobo 2, Tarian Okomama oleh siswa UPTD SD GMIT Oebobo, VG siswa TK Carmel, Tarian Hegong (Sikka) oleh para siswa UPTD SDI Oebobo, Atraksi Pencak Silat, Tarian “NTT Bacaraita” oleh warga masyarakat RW 001, Tarian Ofalangga, dan berbagai atraksi lainnya, serta sosialisasi dari BNN Kota Kupang.
Tujuan event budaya dalam rangka mengangkat, menggali, mempromosikan serta melestarikan budaya terbukti dari antusias warga dengan persembahan atraksi seni dan budaya yang padat pada pembukaan festival ini.
Kadis Pariwisata Kota Kupang Josephine Getha membuka Festival Budaya sampaikan sambutan Walikota Kupang mengapresiasi penyelenggaraan Festival Budaya ini dengan melibatkan semua elemen masyarakat, dunia pendidikan dan sanggar tari yang ada di lingkungan wilayah Kelurahan Fatululi yang sudah berkontribusi memeriahkan festival ini.
“Kita bangga dengan keberagaman ini maka kita bangga bahwa kota Kupang dibangun oleh banyak pihak. Lewat festival ini event budaya dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenalkan, menjaga seni dan potensi budaya yang kita miliki bagi generasi muda. Generasi muda harus merasakan budaya dalam kehidupan mereka. Budaya jangan hanya jadi kenangan tapi harus di rasakan, dan generasi mudah harus menjadi pelaku budaya dan menjaga identitas daerahnya. Jika generasi muda memiliki karakter yang kuat, kreativ dan juga mencintai lingkungannya, maka masa depan kota Kupang juga akan semakin lebih baik.” Ujar KadisPar.
Ia mengingatkan momentum HUT RI Ke-81 mengingat perjuangan para pahlawan dna harus diisi dengan berbagai hal yang nyata dalam hidup.
Lurah Fatululi Fremy Dae kepada media menyatakan dengan kondisi kelurahan dimana banyak multi etnis ini, lewat festival ini membuktikan bahwa keberagaman dan perbedaan merupakan sebuah keindahan dan kekuatan dan mempersatukan.
Maka lewat festival ini semua dipersatukan dan memberikan sumbangsih berbagai atraksi yang memeriahkan festival ini.
“Program ini sangat bagus untuk didukung dan harus dilanjutkan terus. Karena lewat festival budaya semua unsur dipersatukan untuk menampillan sajian seni dan budaya yang indah, meriah. Dan juga mengumumkan ke publik bahwa berbeda dan beragam itu indah. Ternyata kita walau berbeda bisa bersatu, bisa kuat. Justeru dengan berbeda dan beragam kita dapat menjadi lebih kuat. Selain itu ekonomi masyarakat juga digerakkan dengan pelibatan pelaku UMKM di boot-boot dalam pameran ini. Semoga kedepan kita memberikan yang lebih bagus.” Ujarnya menutup wawancara.|| jbr