Ubah Stigma Lahan Kering, Siswa SMPK Mercusuar Baru Pelajari Teknologi Irigasi Tetes di Undana
Kupang, TopNewsNTT.Com|| – Universitas Nusa Cendana (Undana) melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Lahan Kering Kepulauan (LLKK) mulai memperkenalkan teknologi pertanian modern kepada generasi muda sejak dini. Sebanyak 27 siswa SMP Kristen Mercusuar Baru Kupang melakukan kunjungan edukasi untuk mempelajari optimalisasi lahan kering melalui sentuhan teknologi pertanian dan peternakan terpadu, Senin (18/5/2026).
Kegiatan ini bertujuan mengubah pola pikir siswa bahwa karakteristik lahan kering di Nusa Tenggara Timur (NTT) bukanlah hambatan, melainkan potensi produktif jika dikelola dengan inovasi yang tepat.
Optimalisasi Lahan Melalui Teknologi Irigasi Tetes
Kepala UPT LLKK Undana, Nixon Ramang, S.Hut., M.Si., saat menyambut rombongan menjelaskan bahwa NTT memiliki keunggulan berupa intensitas cahaya matahari yang tinggi sepanjang tahun. Kunci dalam menaklukkan tantangan air di wilayah ini adalah penggunaan teknologi drip irrigation atau irigasi tetes.
“Di laboratorium ini, kami menggunakan sistem irigasi tetes untuk menyiasati keterbatasan air. Para siswa diajak melihat langsung proses penyemaian hingga penanaman, dengan harapan ilmu ini dapat mereka praktikkan secara mandiri di lingkungan rumah masing-masing,” ujar Nixon.
Kepala UPT LLKK Undana, Nixon Ramang, S.Hut., M.Si., ketika menyambut rombongan siswa dan guru SMP Kristen Mercusuar Baru
Nixon juga membuka peluang kerja sama yang lebih formal melalui penandatanganan dokumen kemitraan di masa depan agar edukasi pertanian lahan kering dapat menjadi program berkelanjutan bagi pihak sekolah.
Pembelajaran Kontekstual di Lima Laboratorium Terpadu
Selama kunjungan, para siswa mengeksplorasi lima laboratorium lapangan terpadu yang dikelola UPT LLKK, meliputi bidang pertanian, perikanan, peternakan, padang sumber benih, serta sistem pemetaan berbasis Geographic Information System (GIS).
Kepala SMP Kristen Mercusuar Baru, Angelin H. Mapaliey, S.Sos., menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari pembelajaran kontekstual agar siswa mengenal realitas lokal NTT. “Kami ingin murid-murid memahami peluang di balik kota yang dikenal kering ini. Mereka belajar mengenali spesies perikanan hingga rencana pengembangan varietas tanaman baru milik Undana agar mereka peka terhadap potensi daerahnya,” ungkap Angelin.
Kepala SMP Kristen Mercusuar Baru, Angelin H. Mapaliey, S.Sos.,
Edukasi Teknologi Ubah Pola Pikir Siswa
Pengalaman berinteraksi langsung dengan inovasi teknologi dan satwa endemik memberikan kesan mendalam bagi para peserta didik. Gabriel Ken Arthur Wabang, siswa kelas VII, mengaku antusias melihat penerapan teknologi modern yang telah menggantikan metode konvensional di laboratorium Undana.
“Cara pikir saya berubah total setelah melihat langsung penggunaan teknologi irigasi tetes dan pengelolaan hewan endemik seperti rusa Timor. Saya tidak menyangka dunia pertanian dan peternakan di NTT sudah sekeren ini dengan bantuan teknologi,” kata Gabriel.
Gabriel Ken Arthur Wabang, siswa kelas VII SMP Kristen Mercusuar Baru
Melalui kegiatan ini, Undana mempertegas fungsinya sebagai laboratorium hidup yang tidak hanya melayani riset tingkat tinggi, tetapi juga menjadi pusat edukasi publik untuk membangun kemandirian pangan dan keberlanjutan lingkungan di wilayah kepulauan lahan kering.(**)
sp.hms.undana