FKLLJ TTS Perkuat Sistem Penanganan Korban Kecelakaan, Jasa Raharja Dorong Integrasi Layanan Kesehatan dan Lalu Lintas
TTS, TopNewsNTT.Com||, 28 April 2026 – Forum Komunikasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FKLLJ) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) kembali menjadi ruang strategis dalam memperkuat sinergi lintas sektor, khususnya dalam peningkatan sistem penanganan korban kecelakaan lalu lintas yang lebih cepat, terpadu, dan terstandarisasi.
Kegiatan yang pukul 10.00 WITA hingga selesai, bertempat di Aula Polres TTS, dengan menghadirkan PT Jasa Raharja TTS, Satuan Lalu Lintas Polres TTS, Dinas Perhubungan Kabupaten TTS, Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten TTS, RSUD Soe, serta Organda TTS. Keterlibatan lintas sektor ini mencerminkan komitmen bersama dalam membangun sistem keselamatan lalu lintas yang tidak hanya bersifat preventif, tetapi juga responsif dalam penanganan kejadian kecelakaan.
Dalam forum tersebut, pembahasan difokuskan pada penguatan sistem penanganan korban kecelakaan, mulai dari tahap awal di lokasi kejadian, proses evakuasi, hingga penanganan medis di fasilitas kesehatan. Salah satu isu penting yang mengemuka adalah perlunya integrasi yang lebih kuat antara kepolisian, tenaga kesehatan, dan Jasa Raharja dalam mempercepat respons terhadap korban kecelakaan lalu lintas.
Selain itu, forum juga menekankan pentingnya standarisasi alur penanganan korban, termasuk kejelasan mekanisme komunikasi antarinstansi, percepatan proses administrasi jaminan santunan, serta optimalisasi pemanfaatan data kecelakaan sebagai dasar pengambilan keputusan bersama. Hal ini dinilai penting untuk menghindari keterlambatan penanganan yang dapat berdampak pada tingkat fatalitas korban.
Perwakilan Jasa Raharja dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan penanganan korban kecelakaan sangat ditentukan oleh kecepatan dan koordinasi lintas sektor di lapangan.
Dinas Kesehatan bersama RSUD Soe juga menyoroti pentingnya kesiapan fasilitas layanan kesehatan dalam menangani kasus kegawatdaruratan akibat kecelakaan lalu lintas, termasuk peningkatan kapasitas tenaga medis dan ketersediaan sarana pendukung trauma center. Sementara itu, Dinas Perhubungan dan Dinas PUPR menegaskan komitmen dalam mendukung aspek pencegahan melalui perbaikan infrastruktur dan peningkatan keselamatan jalan.
Forum ini juga menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam bentuk komunikasi yang lebih cepat dan terintegrasi, terutama dalam situasi darurat kecelakaan lalu lintas. Setiap instansi diharapkan memiliki peran yang jelas dan saling mendukung dalam rantai penanganan korban.
Melalui FKLLJ ini, seluruh peserta sepakat bahwa penguatan sistem penanganan korban kecelakaan harus menjadi prioritas bersama, sejalan dengan upaya meningkatkan keselamatan berlalu lintas di Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya berdampak pada percepatan penanganan korban, tetapi juga menjadi fondasi dalam membangun sistem keselamatan lalu lintas yang lebih komprehensif, terintegrasi, dan berkelanjutan.(**)
pr.hms.jrk