LPDP dan BRIN Luncurkan Beasiswa Doktor Riset, Sasar Penguatan Industri Strategis Nasional

Jakarta, TopNewsNTT.Com|| Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bersinergi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) resmi membuka pendaftaran Beasiswa Doktor untuk Talenta Riset dan Inovasi Nasional jalur Doctor by Research. Program ini dibuka mulai 6 hingga 27 Maret 2026 sebagai langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ekosistem riset dan melahirkan pakar yang relevan dengan kebutuhan industri nasional.

Program ini dirancang secara spesifik untuk mendukung kedaulatan ekonomi dan teknologi Indonesia. Fokus riset diarahkan pada sejumlah sektor krusial, mulai dari energi, ketahanan pangan, kesehatan, digitalisasi, hingga material, manufaktur, maritim, pertahanan, dan percepatan hilirisasi industri.

Pilihan Institusi Global dan Mekanisme Kolaborasi

Pemerintah menyediakan akses penelitian di lebih dari 90 program studi doktor pada perguruan tinggi dalam negeri serta 19 program studi di luar negeri. Pelamar memiliki kesempatan untuk menempuh studi di universitas papan atas seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Indonesia (UI). Sementara untuk tujuan internasional, institusi bergengsi seperti University of Twente dan Coventry University masuk dalam daftar institusi tujuan.

Khusus untuk skema luar negeri, riset akan dijalankan secara kolaboratif. Penerima beasiswa memiliki fleksibilitas durasi keberadaan di luar negeri maksimal enam bulan dalam setahun, sesuai kesepakatan dengan supervisor riset. Hal ini memungkinkan integrasi data penelitian lapangan di Indonesia dengan keahlian teknis dari perguruan tinggi mitra internasional.

Standar Akademik dan Peluang Asisten Periset

Guna memastikan standar kualitas yang tinggi, pendaftar wajib memenuhi sejumlah kriteria akademik yang ketat. Pelamar disyaratkan memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,25 dari skala 4,00. Dari sisi usia, batas maksimal ditetapkan 40 tahun untuk pendaftar umum dan 42 tahun bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Kemampuan bahasa Inggris juga menjadi poin krusial. Untuk tujuan dalam negeri, pelamar wajib memiliki skor minimal TOEFL ITP 530 atau IELTS 6,0. Sedangkan untuk tujuan luar negeri, standar minimal yang ditetapkan adalah TOEFL iBT 94 atau IELTS 7,0.

Program ini juga menawarkan nilai tambah berupa fleksibilitas kerja selama masa studi. Menariknya, pendaftar dari masyarakat umum yang belum memiliki afiliasi lembaga berkesempatan mendaftar sebagai Asisten Periset (Research Assistant) di lingkungan BRIN untuk memperkuat basis data penelitian mereka.

Peluang Akademisi Daerah dalam Kemajuan Teknologi

Hadirnya kolaborasi LPDP dan BRIN ini menjadi momentum besar bagi peneliti muda dan akademisi di seluruh penjuru tanah air, termasuk lingkungan Universitas Nusa Cendana (Undana). Partisipasi aktif akademisi daerah diharapkan dapat membawa perspektif riset lokal menuju solusi berskala nasional.

Program ini diharapkan mampu mengonversi gagasan akademik menjadi inovasi nyata yang berdampak pada kemandirian teknologi bangsa. Bagi masyarakat dan akademisi yang berminat, informasi mendalam mengenai prosedur pendaftaran dan buku panduan teknis dapat diakses melalui laman resmi LPDP. (Audc)