Adopsi Sistem Kampus: Undana Berbagi Praktik Baik, Perkuat Evaluasi Kinerja ASN Pemprov NTT

NTT, TopNewsNTT.Com||Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) berencana memperketat sistem evaluasi kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan mengadopsi praktik manajemen performa yang diterapkan Universitas Nusa Cendana (Undana). Melalui diskusi strategis yang diinisiasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTT, Kamis (5/3), birokrasi daerah diarahkan untuk menerapkan mekanisme cascading guna memastikan setiap capaian individu berdampak langsung pada nilai pimpinan.

 

Diskusi yang berlangsung di Ruang Rapat BKD Provinsi NTT tersebut menghadirkan jajaran pimpinan perangkat daerah dan akademisi untuk merumuskan sistem manajemen kinerja yang lebih terukur, transparan, dan akuntabel.

 

Keberhasilan Organisasi sebagai Tanggung Jawab Tim

 

Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., yang hadir sebagai narasumber utama, menekankan bahwa sistem manajemen kinerja di era modern tidak lagi bersifat parsial. Di Undana, sistem cascading memastikan rencana strategis institusi diturunkan menjadi perjanjian kinerja hingga ke unit terkecil.

 

“Jika unit di bawah tidak bekerja maksimal, maka nilai kinerja pimpinan juga akan ikut turun. Ini adalah esensi dari kerja tim. Keberhasilan organisasi sangat bergantung pada kontribusi setiap individu yang terukur secara sistematis,” tegas Prof. Jefri di hadapan jajaran pejabat Pemprov NTT.

 

Sinkronisasi Visi Daerah ke Level Individu

 

Penerapan sistem ini bertujuan untuk memutus rantai birokrasi yang hanya bekerja berdasarkan instruksi tanpa memahami target besar organisasi. Dengan sistem yang terintegrasi, setiap program dan aktivitas yang dilakukan oleh ASN harus berkontribusi langsung pada pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) yang selaras dengan rencana pembangunan daerah.

 

Manajemen kinerja yang transparan memungkinkan pimpinan memantau progres pencapaian secara real-time. Hal ini dinilai krusial bagi Pemprov NTT untuk memastikan bahwa visi pembangunan daerah tidak hanya berhenti pada level dokumen, tetapi terefleksi dalam aktivitas harian aparatur.

 

Sinergi Akademis dan Tata Kelola Pemerintahan

 

Keterlibatan Undana dalam forum ini menjadi bukti peran aktif perguruan tinggi dalam mendukung penguatan tata kelola pemerintahan di NTT. Pengalaman Undana dalam mengelola manajemen performa organisasi yang kompleks diharapkan dapat menjadi standar baru bagi perangkat daerah dalam mengevaluasi produktivitas pegawainya.

 

 

Melalui forum diskusi strategis ini, Pemprov NTT menargetkan lahirnya format evaluasi kinerja ASN yang lebih objektif. Dengan mekanisme cascading yang tepat, setiap ASN di Provinsi NTT diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai sasaran strategis yang ingin dicapai, sehingga akselerasi pembangunan daerah dapat terwujud melalui ekosistem kerja yang lebih kompetitif dan akuntabel. (IyL)