Wayan Darmawa : “Bangun pariwisata NTT harus dengan sistem kemitraan”

0

NTT, TOP NEWS NTT ■■ Pemerintah provinsi NTT lewat Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT makin tunjukkan keseriusan dan komitmen menjadikan pariwisata sebagai prime moverperekonomian Masyarakat NTT. Pembangunan sarana prasarana pendukung di destinasi pariwisata pada 2019 di 8 lokasi serius dilakukan. Dan salah satunya adalah destinsi Pantai Lasiana sebagai salah satu dari 8 destinasi yang akan direklamasi di 2019.  7 Destinasi lainnya adalah dengan pembangunan cottage,  amenesitas dan pembinaan masyarakat pariwisata.

Media ini khusus mewawancarai Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif provinsi NTT pada Kamis, 12/22/2019 terkait pembangunan pantai Lasiana yang sementara di tata dengan pembuatan panggung sebagai  pusat kegiatan seni dan budaya masyarakat, pagar dan bronjong pelindung bibir pantai,  treck jogging, taman, lopo,  WC skala internasional dan sumur bor agar pantai Lasiana menjadi lebih menarik sebagai destinasi pariwisata pantai.”Reklamasi Pantai Lasiana untuk TA 2019 dikerjakan oleh PT Wahyu Perisai Konstruksi dan CV Triparty Tirta Enginerering dengan total anggaran Rp3.354.598.000 dan akan PO atau selesai dikerjakan pada 20 Desember 2019  dengan sharing anggaran antara APBD 1 dan  sistem kemitraan dengan stakeholder seperti MCK oleh PT Angkasa Pura, PT Telkom, Pegadaian dan Bank Christa Jaya dan PT Semen. Kami membangun dengan dukungan pembiayaan sistem kemitraan yaitu pagar dan Bronjong bibir pantai, jogging treck, panggung hiburan, WC skala Internasional, sumur bor, pemasangan Listrim dan air serta perbaikan  lopo yang rusak. Untuk sarana listrik dan air Pemprov NTT melibatkan PLN dan PDAM kabupaten Kupang. Pembiayaan dari mitra : seperti pembangunan taman  oleh Bank Christa Jaya, WC skala internasional oleh PT Angkasa Pura, penataan destinasi oleh PT Semen kupang dan PT Pegadaian.” Jelas Wayan diawal wawancara.

Sistem kemitraan dalam penataan destinasi di NTT tahun 2019  diawali dengan Pantai Lasiana yang dibangun dengan sistem dukungan kemitraan dengan pihak swasta  dilaksanakan tahun anggaran 2019/2020 dengan pertimbangan agar sebagai langkah percepatan pembenahan destinasi pariwisata di NTT karena jika mengharapkan anggaran daerah APBD 1 maupun APBD kabupaten kota maka akan berjalan lambat, ujar Wayan beralasan.

Dimasa kepemimpinan Vicktory-Josef, ujar Wayan untuk mewujudkan komitmen menjadikan Pariwisata sebagai Prime Mover perekonomian masyarakat NTT maka percepatan pembangunan dan pembenahan infrastruktur harus didahulukan. Baru kemudian sistem pengelolaan dan pelibatan masyarakat sebagai bagian dari denyut nadi pariwisata itu sendiri. “Ini bukan hal sulit jika semua unsur mau bergerak maju bersama. Segala aspek kehidupan manusia dan potensi yang ada baik sda dan sdm bisa di jadikan jualan bagi wisatawan. Nah untuk menjadi jualan yang bernilai mahal dan mampu mengangkat perekonomian masyarakat NTT destinasi pariwisata harus di benahi. Pemerintah, dan swasta sebagai stakeholder dan masyarakat harus bergandengan tangan dan maju bersama. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri.” Tandas Wayan yakin.

Destinasi pariwisata NTT harus menjadi pusat budaya dan kuliner. Kami sudah merancang pantai Lasiana yang milik pemerintah daerah dan pantai-pantai lain harus menjadi pusat kuliner, dan hiburan rakyat. Desainnya adalah destinasi pariwisata pantai dari arah Kota Pantai Oesapa akan kami rancang akan menjadi pantai zona bermain,  sedangkan pantai  Manikin Kami juga sudah desain yang akan  ditata akan jadi pusat kuliner yang reprsentatif. Sedangkan penataan sungai yang mengalir ke arah laut di Pantai Manikin menjadi tempat pemeliharaan ikan untuk dijajakan di areal sepanjang menuju pantai Manikin. Pantai Manikin akan jadi pusat Kuliner sea food yang menghidupkan ekonomi masyarakat sekitar lokasi pantai Manikin.” Jelas Wayan bersemangat.

Dinas Pariwisata sudah jalin kerja sama dengan Fakultas Teknik  Universitas Citra Bangsa untuk mendesain penataan perkampungan masyarakat di pantai Lasiana sehingga rumah-rumah masyarakat agar conect dengan pariwsata pantai. Demikian juga dengan Gapura masuk pantai dari depan jalan dan pintu masuk pantai akan dibuat lebih menarik dengan desain yang menggambarkan potensi wisata pantai Lasiana yang akan dibangun oleh PT Gudang Garam.

Langkah-langkah pembenahan destinasi pariwisata akan kami desaib dengan melibatkan peran masyarakat sekitar destinasi pantai. Sehingga pengelolaan destinasi berbasis masyarakat. Kami berharap dengan penataan pemukiman masyarakat menuju destinasi pantai Lasiana akan tergambar dan connect dengan suasana pariwisata pantai Lasiana. “Kami juga akan lakukan penanaman dengan manfaatkan curah hujan dan mulai Jumat,13/1/2019 akan lakukan penanaman pohon di pantai Lasiana. Selain itu pengembanban potensi destinasi wisata, kami juga berkolaborasi dengan Julie laiskodat “Pusat Kuliner Kelapa.Muda” dilokasi milik pemprov NTT di dekat kantor PKK provinsi. Akan didorong juga pengembangan destinasi lainnya lewat kemitraan. Akan wujudkan Semau sebagai destinasi eko wisata pulau terbersih 2020. Festival Semau Destinasi eko wisata pulau terberaih 2020. Karena Semau sebagai destinasi yang menunjang pariwisata sebagai rolle model pembangunan eko wisata pulau karena uniknya.

Anggaran penataan dan pembangunan pantai Lasianan dari mitra kerja sebesar RP700 juta, sedangkan dari APBD NTT sebesar Rp3.354.598.000 M.” Jelas Wayan.

“Sistem kemitraan di 2019 memang baru pernah dilakukan. Dan kami berharap untuk toilet skala internasional dari akan diresmikan pada Senin, 16/12/2019. Kemitraan ini kami coba saja bersurat dan responnya sangat bagus. Jadi jalanlah. Di tahun 2020 rencananya akan dibenahi 15-20 destinasi. Kita melihat membangun pariwisata secara hukum dengan kebijakan Gubernur dan wakil dengan bingkai bangkitkan ekonomi masyarakat maka semua yang bisa dilakukan harus dilakukan. Sebagai langkah awal yang harus diikuti dengan dukungan mitra.  Dan harus dukung dengan budaya bersih. Dengan momentum Desember dengan curah hujan  ini harus di manfaatkan dengan penghijauan dan akan dimulai dengan penghijauan di sekitar kantor Dinas Pariwisata pada Jumat, 13/12/2019 dan pantai Lasiana. Kami sudah minta  bibit tanaman  dari balai DAS Noelmina. Yang kami kirimkan ke Semau 3 ribu dan sampai 10 ribu anakan ke Fatumnasi. Tujuannya untuk membuat destinasi pariwisata asli.” Jelas Wayan diakhir wawancara kami. ■■ juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *