Temu Kader dan Simpatisan PSI Di Kupang, Kaesang Perkenalkan Diri dan Ajak Masyarakat Tidak Golput

Figur Politik Warta Kota

KUPANG-NTT, TOPNewsNTT.Com|| PSI terus berupaya memperkenalkan keberadaan partai ini kepada masyarakat NTT dengan menggelar Temu Kader dan Simpatisan PSI di Lasiana Beach (Jumat, 25/10).

Kegiatan ini merupakan satu dari serangkaian kegiatan dalam Safari Ketum PSI Kaesang Pangarep yang difasilitasi oleh DPW PSI NTT.

Dalam Temu Kader dan Simpatisan ini, Kaesang menjelaskan terkait siapa dan apa kapasitasnya dalam PSI sekaligus mengajak masyarakat gunakan hak suara san jangan Golput agar kertas suara tidak disalahgunakan.

Dengan sedikit guyon, Kaesang berujar,

“Perkenalkan nama saya Kaesang Pangarep bukan Mas Gibran. Saya ketum PSI. Mas Gibran itu cawapres yang diusung oleh Partai Solidritas Indonesia. Kalau seminggu lalu ada orang panggil nama saya : “mas Gibran”, saya nyaut maaf beda partai. Tapi sekarang saya tidak masalah dipanggil mas Gibran karena satu koalisi.” Selorohnya.

“Ijinkan saya memperkenalkan teman-teman saya : ada mas Alan mantan sekjen GMKI tapi caleg DPR RI dari dapil Toraja, ada Mbak Maya bendahara Umum PSI, ada Pendiri PSI wamen ATR BPN, Juvensius mantan ketum PMKRI caleg DPR RI dapil Flores, dan ketum DPW PSI NTT dr.Christian Widodo, pendiri PSI ada Mbak Grace Natali dan Isana Bagus Oka Pendiri PSI, Caleg Dapil 2 NTT, ketum.” Uajrnya.

“Saya minta bapa mama basudara semua pada 14 Pebruari 2024 untuk datang ke TPS nyoblos siapa yang akan jadi presiden dan wapres untuk 3 calon yang sudah daftar di KPU, Anies dan Cak Imin, Ganjar dan Mahfud MD dan Prabowo dan Gibran Rakabuming Raka. Silahlan coblos pasangannya dan partainya juga ada banyak, partai mana saja silahkan. Saya tidak suruh nyoblos PSI, tapi kalau mau ya alhamdulilah. Sekali lagi saya minta bapa mama datang ke TPS ajak sanak saudara semua jangan ada yang golput agar kertas suaranya jangan ada yang nganggur. Kalau ada yang nganggur nanti disalahgunakan kertas suara saudara.” Imbuhnya mengajak.

Sementara ketua DPW dr.Christian Widodo kepada peserta temu kader dan simpatisan menjelaskan tentang sejarah berdirinya PSI.
“Bahwa PSI awal mula dibentuk karena ada 9 anak muda di pusat yakni pak wamen, sis Grace, sis Isyana, Sis Maya dan lainnya yang diejawantah ke daerah-daerah, ada anak muda juga disini ketika itu kami dengan segala keterbatasan berusaha untuk masuk kedalam sistem. Karena kami anak muda percaya bahwa jika ingin merubah sesuatu, merubah sistem maka kita harus ada didalam sistem.” Jelas dr.Chris.

Ia mengibaratkan upaya PSI masuk dalam sistem itu seperti saat orang bermain bola,

“Jika kita ingin mengubah skor maka kita harus ikut merebut bola. Kita tidak bisa jadi pemain cadangan. Kita boleh teriak-teriak dari pinggir lapangan ” “sundul! kopeng”,¬† maka tidak akan bisa ada gol. Kita harus ikut bermain baru skor itu bisa berubah. Kami percaya bahwa tidak selamanya politik itu kotor. Masih banyak orang-orang baik di politik, ada pak Jokowi dan lain sebagainya.” Imbuhnya anggota DPRD Provinsi NTT Dapil 1 Kota Kupang periode 2019-2024 ini.

dr.Chris menambahkan, “Jadi kami percaya bahwa kalau orang baik menarik diri menjauhi politik, nah politik itu isinya akan¬† orang-orang kotor. Makanya selamanya politik begitu. Itulah yang mendasari kami bahwa orang-orang baik ketika masuk dalam sistem itu supaya kami bisa merubah sistem itu. Berangkat dari keyakinan itulah, terbentuklah PSI.” Pungkasnya bangga

dr Chris mengisahkan sejarah PSI hadir di NTT, “Pada 2019 kami dengan segala keterbatasan di NTT. kami pernah copy darat atau rakerwil di lapangan futsal. Karena keterbatasan anggaran kami sewa kursi plastik dan pakai lapangan futsal untuk rapat. Yang penting substansinya.” Ungkapnya.

“Saat pelantikan saya dipanggil ke pusat oleh bro wamen dan sis Grace panggil saya hanya tandatangan sk dan pulang. Tidak ada kami seremonial dua tiga hari nginap di hotel karena intinya menerima sk. Yang penting pulang langsung kerja.” Kisahnya terharu.

Inilah cara-cara berbeda yang terus dilakukan PSI supaya mendapatkan hasil yang berbeda
“Saya selalu bilang hanya orang gila yang menginginkan hasil berbeda tapi melakukannya dengan cara yang sama. Jadi kami dari awal sudah melakukan cara yang berbeda. Dan saat ini hadir bro Kaesang selaku Ketum yang selalu sampaikan kepada kami bahwa politik harus gembira dan santuy.” Tutupnya.

Pertemuan juga diisi dengan diskusi, pertanyaan, serta usul saran dari peserta pertemuan yang terdiri dari komunitas agama, pendeta, UMKM, kader dan simpatisan.|| jbr