Potret Pertumbuhan 4 indikator strategis NTT Mei 2020 di tengah pandemi covid 19

0

NTT, TOP News NTT ■■Ditengan pandemi Covid-19,  BPS Provinsi NTT melaporkan potret pertumbuhan 4  indikator startegis NTT pada Mei 2020, yang dirilis pada 2 Juni 2020 yaitu IHK, NTP, Ekspor Impor dan TPK.

Rilis yang disiarkan secara live streaming di pimpin oleh Darwis Sitorus, Kepala BPS Provinsi NTT.

Mei 2020 Nusa Tenggara Timur Inflasi 0,12 persen.

Pada Mei 2020, untuk  3 Kota di Nusa Tenggara Timur mengalami Inflasi sebesar 0,12 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 103,92. Kota Kupang mengalami Inflasi sebesar 0,15 persen , Kota Maumere mengalami Deflasi sebesar 0,05 persen dan Kota Waingapu mengalami Inflasi sebesar 0,06 persen.

Inflasi Mei 2020 di Nusa Tenggara Timur terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada 8 dari 11 kelompok pengeluaran. Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks harga terbesar adalah kelompok transportasi yang naik sebesar 3,47 persen.

“Penyebab terjadinya inflasi pada angkutan udara di Mei 2020, karena pada bulan Mei terjadi pembukaan kembali moda transportasi udara. Khusus NTT terjadi penerbangan PP (Jakarta-Surabaya-Kupang) dan (Bali-Kupang. Dengan wajib memenuhi protokol kesehatan. Namun dibukanya penerbangan tersebut diiringi harga tiket yang melonjak tinggi. Jumlah penerbangan yang terbatas juga mendorong naiknya harga tiket.
Sesuai dengan aturan menteri perhubungan, bahwa penerbangan tersebut hanya di khususkan pada kelas pebisnis bukan pemudik.” Jelas Darwis.

Pada Mei 2020, dari 90 kota sampel IHK Nasional, 67 kota mengalami inflasi dan 23 kota mengalami deflasi. Kota yang mengalami inflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan sebesar 1,20 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Tanjung Pinang, Bogor, Madiun sebesar 0,01 persen. Sedangkan deflasi terbesar terjadi di Kota Luwuk sebesar 0,39 persen dan deflasi terendah terjadi di kota Manado sebesar 0,01 persen. Nilai Tukar Petani (NTP) Mei 2020 sebesar 95,23 turun 0,38% dibanding Mei 2020.

Nilai Tukar Petani (NTP) bulan Mei 2020 didasarkan pada perhitungan NTP dengan tahun dasar 2018 (2018=100).

Penghitungan NTP ini mencakup 5 sub-sektor, yaitu sub-sektorpadi & palawija, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan.

Pada bulan Mei, NTP Nusa Tenggara Timur sebesar 95,23 dengan NTP masing-masing sub-sektor tercatat sebesar 95,42 untuk sub-sektor tanaman padi-palawija (NTP-P); 101,94 untuk sub-sektor hortikultura (NTP-H); 90,27 untuk sub-sektor tanaman perkebunan rakyat (NTP-TPR); 102,29 untuk sub-sektor peternakan (NTP-Pt) dan 93,69 untuk sub-sektor perikanan (NTP-Pi).

Terjadi penurunan sebesar 0,38 persen pada NTP Mei jika dibandingkan dengan NTP April. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan indeks harga baik itu yang diterima maupun yang dibayarkan petani. Dapat disimpulkan bahwa harga komoditas baik hasil produksi maupun konsumsi mengalami penurunan.

Di daerah perdesaan terjadi deflasi 0,07 persen dipengaruhi olehpenurunan harga makanan, minuman dan tembakau.

Neraca perdagangan Luar Negeri NTT Tahun 2020 defisit sebesar US $ 23.080.513.

Ekspor Provinsi Nusa Tenggara Timur pada bulan April 2020 senilai US $ 332.745 dengan volume sebesar 1.043,6 ton mengalami penurunan sebesar 68,74 persen dari ekspor bulan Maret 2020 yang sebesar US $ 1.064.530. Nilai ekspor tersebut terdiri dariekspor migas sebesar US $ 1.370 dan ekspor non migas senilai US $331.375.

Komoditas ekspor Provinsi NTT bulan April 2020 seluruhnya dikirim ke Timor Leste sebesar US $ 332.745.

Komoditas terbesar yang diekspor Provinsi NTT pada bulan Apri l2020 adalah kelompok komoditas berbagai Makanan Olahan (21)senilai US $ 91.811.

Impor Provinsi Nusa Tenggara Timur pada April 2020 senilai US $3.378.671 dengan volume sebesar 11.083,9 ton dengan komoditas impor terbesar Bahan Bakar Mineral (27) yang didatangkan dari Malaysia.

Jika membandingkan kumulatif nilai ekspor sebesar US $ 4.528.231 terhadap kumulatif nilai impor sebesar US $27.608.744 maka pada tahun 2020 terdapat defisit sebesar US $23.080.513. 75.050 orang bepergian melalui 14 bandara di NTT pada April 2020.

75.050 orang bepergian melalui 14 bandara di NTT pada April 2020

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel Bintang di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada bulan April 2020 sebesar 13,32 persen, turun 11,87 poin dibanding TPK Maret yang sebesar 25,19 persen.

Jumlah tamu menginap pada hotel bintang bulan April 2020 sejumlah 4.134 orang dengan rincian 4.126 orang tamu nusantara dan 8 orang tamu manca negara.

Rata-rata lama tamu menginap di hotel berbintang pada bulanApril 2020 selama 1,82 hari. Rata-rata lama tamu nusantara menginap selama 1,82 hari dan rata-rata lama tamu mancanegara menginap selama 4,88 hari.

Jumlah penumpang angkutan udara yang tiba di NTT pada bulan April 2020 berjumlah 45.838 orang sedangkan penumpang yang berangkat berjumlah 29.212 orang.■■ juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *