Pengendalian Inflasi Penentu NTT Peroleh DID, Sekda.NTT Ajak Semua Pihak Harus Berkolaborasi

Birokrasi Regional Statistik dan ekonomi

“Maka kita akan terus berkolaborasi menjaga agar Inflasi dikendalikan sehingga akan menjadi penilaian Pemeruntah Pusat untuk NTT memperoleh Dana Insentif Daerah.” ujar Sekda.NTT Cosmas.D.Lana

NTT, TOPNewsNTT.com||Sekda.NTT Cosmas D.Lana yang hadir dalam press rilis Inflasi Pebruari 2024 di Aula BPS NTT, menyatakan inflasi yang stabil jadi penentu NTT peroleh Dana Insentif Daerah, maka semua pihak (TPID, pemerintah, BI, BPS dan masyarakat)  harus berkolaborasi menjaga kestabilan inflasi di NTT lewat sektor yang jadi indikator inflasi yaitu Pariwisata, NTP dan Ekspor impor.

Cosmas mengakui memang dalam sebuah tata perekomomian inflasi harus ada, yang tidak boleh jika inflasi sudah moderat dan hyperinflasi.

“Dalam inflasi karena adanya kenaikan harga barang secara terus menerus bukan insidentil, tapi tetap harus diwaspadai untuk menstabilkan makro ekonomi kita, dan berkaitan dengan daya beli dan ada over suplai dan tingkat permintaan tinggi maka kita akan repot. Begitu juga sebaliknya jika suplaynya disiapkan, semuanya tergantung dari strategi mengendalikan semua.” Ujarnya.

Cosmas mengatakan untuk pengendalian iinflasi sudah dibentuk Tim Pengendali Inflasi Daerah dari pusat hingga provinsi dan kabupaten kota secara kelembagaan. Di daerah namanya Tim Pengendali Inflasi Daerah dan di Pusat namanya Tim Pengendali Infasi Pusat. Sudah banyak sekali pekerjaan yang dilakukan bersifat holistik dan bukan hanya dilakukan oleh Pemda secara menyeluruh dari provinsi hingga daerah.

“Untuk mengendalikan inflasi daerah, di TPID NTT, kita mengharapkan bantuan pikiran,  pendapat serta rekomendasi BPS untuk dijadikan policy plan demi lakukan pengendalian inflasi.” Cetus Cosmas.

Demikian juga yang diharapkan pemerintah daerah terhadap kinerja BI sebagai motor penggerak dalam pengendalian inflasi, karena BI akan memproyeksikan dan menghitung antara permintaan dan penawaran uang yang ada, agar stabil sehingga tidak terjadi inflasi yang tinggi.” Kata Cosmas lagi.

Terhadap Nilai Tukar Petani, Pariwisata dan Eksport Import yang akan dirilis oleh BPS NTT, Cosmas menyebut sebagai sektor penentu inflasi NTT dan butuh kerja kolaborasi mengendalikan semua sektor. Pemerintah butuh tiga sektor lainnya ikut stabil bahkan alami peningkatan.

Cosmas menyebut NTP NTT tidak pernah mencapai angka 100, tapi kalau NTP mencapai 104 maka itu ada untung. Tapi jika hanya 100 maka tidak akan ada untung, maka kita perlu ada rekomendasi BPS sangat diharapkan oleh pemerintah. Begitu juga eksport impor yang tentu akan menjadi salah satu variabel ekonomi yang berpengaruh kepada rilis tanggal 5 Pebruari tentang pertumbuhan ekonomi. Terhadap perkembangan pariwisata sudah disepakati untuk lakukan hal-hal terbaik untuk NTT.

“Maka kita akan terus berkolaborasi menjaga agar Inflasi dikendalikan sehingga akan menjadi penilaian Pemerintah Pusat untuk NTT memperoleh Dana Insentif Daerah. Kondisi inflasi jadi penentu kita dapat DID atau tidak.   Pada Agustus 2023 di NTT kabupaten TTS dan Sabu Raijua akibat pengendalian inflasi yang dinilai baik sudah memperoleh DID. Di tingkat provinsi belum dapat semoga di triwulan ke tiga bisa memperoleh DID.” Ujar Cosmas berharap.|| jbr