Muh.Neil El Himan Puji Produk Pelaku UMKM di Pameran AKI Kupang, “Sudah Bisa Naik Kelas”

Birokrasi UMKM Warta Kota

KUPANG, TOPNewsNTT|| Muh.Neil El Himan, Deputi Bidang Ekonomi Digital dan EKraf Kemenparkeraf RI, memuji kuakitas produk dari 27 pelaku UMKM NTT yang menjadi Finalis pada Pameran AKI di Lippo Plaza (Sabtu, 29/7) sebagai karya berkualitas tinggi dan sudah layak naik kelas, nasional bahkan Internasional.

“Saya melihat produk-produknya lumayan berkualitas dan sudah bisa naik kelas ke tingkat nasional bahkan internasional. Akan ada tindak lanjutnya mungkin akan kami sertakan ke tingkka KKAI (Karya Kreatif Anak Indonesia) yang digelar oleh BI, atau bisa juga ke INAKA atau TII untuk produk Indonesia yang memang sudah siap berlaga di tingkat nasional. Dan saya yakin ini juga sudah membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat di Kupang dan sekitarnya.” Pungkas Muh.Neil mengapresiasi

Ia juga menyebutkan beberapa program di Deputy Sumber Daya Dan Kelembagaan, pada Direktorat Sumber Daya Manusia EKraf untuk peningkatan kompetensi dan sertifikatsi. “Akan kami arahkan ke sana bagi yang ingin meningkatkan kompetensi. Produk-produk di sini  secara keseluruhan sangat kreatif misalnya bahan tenun yang dijadikan anting dan outher sangat kreatif.” Ujarnya.

Pujian ini dilontarkan Muh.Neil kepada media ini usai menjadi Mentor Special dalam sesi Sharing  Sesion bersama Karina Nadila Niab, S.Ak, pemeran, model, presenter, dan ratu kecantikan. Ia dimahkotai sebagai Puteri Indonesia Pariwisata 2017 dalam kontes kecantikan Puteri Indonesia 2017, dan mewakili Indonesia dalam ajang Miss Supranational 2017.

Awali kegiatan, Menteri Pariwisata dan Ekomomi Kreatif RI Sandiaga Uno yang hadir secara virtual dari Batam, kepada ke 27 finalis AKI 2023 memberi semangat bagi semua finalis AKI Kupang bahwa mereka adalah pemenang mengalah ribuam peserta yang ikut dalam pemilihan UMKM AKI dan bisa  ikut dalam event AKI Kupang di Lippp Plaza.

“Selamat kepada 27 finalis yang hari ini mengikuti AKI Kupang, kalian adalah pemenang mengalahkan 10 ribuan fibes. Beta senang sekali melihat para finalis yang sedang berpameran di AKI Kupang hari ini. Selamat kepada finalis untuk Griya ada Khen Handycraft, Ena Craft, Morige, Nice Handycraft, Hyuna.id, Cattaleya Handycraft, Annahiza_art, Mimo dan CV. Aquila  Untuk fashion ada Padu Padan Tenun, De Momang, Butik Tenun NTT Rinny,  untuk kuliner NTT punya aneka kuliner yang lezat ada Virgil Coffee, Antique kitchen,
De Momang, Smooth Moves, De Momang, Lapak Rannu, Opa Rote. bungtilu Snack dan Kopi Leworook. Beta minta maaf karena saat ini berada di Batam dan b minta maaf tidak bisa hadir secara langsung tapi beta pung pikiran ada di Kupang. B su kangen ke Kupang jika diundang oleh pak Kadis. Saya ingin ke Alor dan Sumba agar bisa berbincang langsung sambil makan se’i sapi dan minum kopi. Makasih untuk bapak Muhammada Neil El Himan Deputy Bid Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparkeraf.RI dan Karina Nadila Puteri Indonesia Pariwisata yang sudah hadir mewakili beta di Kupang.” Ujarnya.

Menteri Parkeraf Berpesan : “Pesan simple peluang dan kesempatan itu selalu ada dan terbuka bagi orang-orang yang mau berusaha, berjuang dan tidak menyerah. Jangan pernah pasrah, jangan menyerah. Buatkan, niatkan dan mulai dulu. Ada banyak UMKM setelah ikut AKI percayalah kalian akan lebih dikenal. Seorang pemenang tidak pernah menyerah, kegagalan adalah anak tangga menuju sukses. Tapi seorang yang menyerah tidak akan menjadi pemenang. Gunakan setiap moment dan kesempatan di AKI sebaik-baiknya, jalin komunikasi seluas-luasnya, buat invoasi sekeren-keren, temukaj mentor lainnya. Ini lebih keren daripada mengeluh, cari solusi dan jalin kolabirasi.” Ujar Menparkeraf.

Karina Nadila  memberikan masukan bahwa branding penting sebagai ajang promosi tapi kualitas produk harus dijaga yang terbaik sehingga konsumen akan tetap membeli sekalipun mahal harganya. Intinya bidang apapun yang dipilih, produk apapun yang akan di produksi maka harus menjaga kualitas dan branding serta packaging jika ingin sukses tanpa menghilangkan jati diri. Kesuksesan butuh proses.

Muhammad Neil El Himan Deputi Bid Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparkeraf.RI dalam sesi “Sharing Sesion with Special Mentor” dipandu mc kondang Dewi Leba memberikan beberapa tips dan masukan serta pemaparan program Kemenperaf RI untuk pengembangan ekonomi lewat UMKM sebagai unit usaha terkecil namun mampu bertahan di tengah hantan Pandemi Covid sejak 2020.

“Teman-teman finalis, ekraft itu ada UUnya yaitu UUnya24/2019 dijelaskan yang namanya ekonomi  kreatif itu merupakan nilai tambah dari kekayaan intelektual yang berasal dari manusia yang terdiri dari tiga hal, yakni yang berbentuk warisan budaya, pengetahuan dan teknologi. Jadi teman-teman finalis AKI disini sudah tahu produk-produknya berbasiskan tiga hal itu. Mau dari desain, kontennya. Yang menarik kami mengatakan bahwa produk kreatif harus punya brand yang menjadi imeg dari brand tadi. Jadi orang kenal dari merek. Kalau tokoh nama tokoh adalah brand orang itu, profesinya. Kalau konten atau produk adalah King, makanya pacakaging adalah quen dna kalau bersatu aoan jadi Kingdom yang besar dna akan menguasai pasar. Seperti di boot masing ada AKI kan. Kedepannya akan sangat bernilai brand bapak ibu sekalian. Produk harus bagus dulu baru dibranding dengan HAKI agar terlindungi secara hukum dan tidak bisa di tiru. Di sini ada Sekdis Koperasi kota dan pendaftaran HAKI lebih murah. ” Jelas Muh.Neil.

Karina Nadila menganjurkan finalis untuk mempertahankan kualitas produk sebagai bagian dari mendongkrak branding bukan saja dikenal tapi berkembang maju dan menambah value ekonominya.

Sementara Muh.Neil sebuah brand membangun imegnya agar makin maju adalah kualitas produk dibuat bagus. Pemberian nama produk harus simple dan mudah diingat tapi brand harus ditunjang oleh kualitas produk dan tidak menyalahi aturan ketika akan didaftarkan memperoleh HAKI. Kreatifitas harus berperan, branding harus sesuai target pasar yang ingin dicapai. Kreatifitas harus menjaga jangka panjang efek dari produk.

“Agar produk bisa dikembangkan maka brand harus didaftarkan dan Kemenparkeraf berkolborasi dengan 5 pihak untuk patungan, antara lain dengan pemda juga. Itu pentingnya kolaborasi untuk membangun ekosistem. Lalu untuk packaging ada program namanya BEDA’KAN (Bedah Desain Kemasan) dari Kemenparkeraf RI untuk bantu pelaku UMKM dalam hal Desain Kemasan dan pemasaran produk UMKM. Saudara-saudara finalis silahkan jalin persahabatan dan kolaborasi seluas-luasnya dengan finalis lain dan sharing informasi dengan mentor di sini.” Ujar Muh.Neil menyarankan.

Sementara sekretaris Dinas Koperasi dan EKraf kota Kupang. Pada dasarnya mendukung walau pelaksanaan AKI tidak terlibat hanya menghadiri tapi melihat pelaku UMKM turut mendukung pertumbuhan ekonomi kota Kupang, maka sudah beberapa tahun sebelumnya Diskop melakukan beberapa program pelatihan bagi pelaku UMKM. Kuliner, aksersoris dan jahit dna berharap dapat meningkatkan kapasitas pelaku UMKM.

Kita butuh duduk bersama Pelaku UMKM dan berbagai pihak untuk melakukan festival atau pameran selain yang dilakukan dalam moment tertentu. Kami sudah lakukan Gebyar UMKM. Dan lewat Dana DAK akan dilakukan dinas koperasi.

Sementara Sony Libing Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT menyatakan Pemprov NTT lewat Dinas ini mendukung kegiatan ini.

Pelaku ekonomi kreatif biaa memamerkan kreatifitas dan produk pelaku e kraf dan bisa dikenal di seluruh Indonesia dan tentu mendatangkan income bagi mereka. Ini juga salah satu cara melestarikan karya intelektual berupa passion yang luar biasa itu. Ditambah kuliner dan berbagai produk lainnya. Misalnya Madu Alor dan Moringa.

Kita akan membantu promosikan produk ini dan dalam event tertentu akan diikutsertakan. Program pelatihan dan pendaftaran ke HAKI juga akan dilakukan bagi pelaku UMKM NTT.

Erna Hunga salah satu Pelaku UMKM Kota Kupabg dengan Brand Ena Craft menyatakan sangat bangga dengan penyelenggaran AKI ini dan ia bisa diikutkan sebagai peserta. Ia berkomitmen akan meningkatkan kualitas dan jenis baru produk aksesoris bahan lokal dan akan terus menangkap peluang dan kesempatan event-event seperti ini.

Erna Hunga dengan produk Aksesorisnya sudah pernah terpilih sebagau Pelaku UMKM menwakili NTT dalam program Benih Baik diwawancarai live dalam acara Kick Andy di Jakarta tahun lalu. 

Ia sangat berharap pemda NTT khususnya kota Kupang sering membuat event pameran dna festival dan melibatkan pelaku UMKM NTT juga membuka peluang UMKM NTT ikut dalam event skala nasional. Karena ternyata produk kreatif NTT kaya dan pelaku UMKM NTT sangat kreatif dan kaya akan potensi seni baik kriya (aksesoris dll), fashion dan kuliner. Dan pemerintah harus memberikan peluang itu.|| juli br