Lompatan Cerdas Jonas Salean,SE,M.Si (Anggota DPRD Provinsi NTT 2019-2024), Dari Kursi Birokrasi Ke Legislatif

0

NTT, Top News NTT.,■■ Dunia parlemen perwakilan rakyat NTT makin berwarna dengan munculnya beberapa wajah baru yang menduduķi kursi DPRD Provinsi NTT periode 2019-2024 pada Pemilu Serentak 2019 17 April 2019.

Gaung pemilu sudah berlalu dengan penetapan hasil pemilu tingkat Provinsi NTT dengan penetapan pleno hasil rekapitulasi Hasil perhitungan perolehan suara Pemilu 2019 pada Minggu, 12/5/2019 oleh KPU Provinsi NTT di Ruang Rapatnya.

Dan nana Jonas Salean,SE,M.Si muncul dalam bursa anggota DPRD Provinsi terpilih periode 2019-2024 dengan perolehan suara 26.065 berdasarkan Rekapitulasi Pleno Terakhir Hasil Perolehan Suara Pemilu 2019 tingkat Provinsi NTT pada  Minggu, 12 Mei 2019 pukul 14:30 wita.

Bagi Jonas Salean yang adalah mantan walikota Kupang periode 2012-2017 ini adalah sebuah lompatan cerdas  bagi dirinya dalam karir politiknya.

Jika sebelumya dirinyalah sebagai eksekutif karena  kapasitas seorang kepala daerah diawasi oleh legislatif, maka kini dirinyalah yang mengawasi kinerja pemerintah. Dan sekarang pemerintah provinsilah yang diawasinya.

Sebagai legislatif dapil Kota Kupang, Jonas yang bukan saja pernah menjabat walikota Kupang, bahkan sebagai pensiunan PNS, adalah pelaku sejarah perubahan Kotif Kupang menjadi Kota Madya dan bahkan ikut membangun Kota Kupang dari segala keuangan daerah dengan menjadi kepada Dinas Pendapatan Daerah. Yang dengan segala dedikasi meningkatkan PAD Kota Kupang yang hanya Rp.50 milyar menjadi ratusan milyar dalam periode kepemimpinannya sampai menjadi walikota, ia tahu betul kebutuhan kota ini dan warganya.  Ini adalah sebuah prestasi yang patut dihargai dan menjadi modal utama bagi Jonas dalam mengawal anggaran lewat program pembangunan infrastruktur dan pro rakyat.

Kepada media ini, dengan rendah hati namun optimis dan yakin, Jonas ungkapkan bahwa menjadi legislatif pada level provinsi adalah sebuah lompatan cerdas. Karena ini jawaban dari kerinduannya untuk tetap memperhatikan kota Kupang dan ikut membangun dari kapasitas pantas dan sah. Sebagai warga asli Kota Kupang, Jonas sangat mencintai kota ini. Dan sebagai mantan walikota, pria separuh baya berusia 53 tahun ini tahu betul apa yang dibutuhkan kota ini dan masyarakatnya.

“Saya adalah PNS, Pelaku sejarah peralihan Kotif menjadi Kodya Kupang. Saya pernah menjabat jabatan strategis yang menggenjot PAD Kota ini lewat penggalian sektor jasa. Dan saya tahu sekarang ini apa yang paling dibutuhkan oleh warga kota ini. Yaitu pelayanan publik,  infrastruktur, drainase, lampu jalan, air bersih, managemen penanganan sampah dan banjir, pembangunan rumah layak huni, pemberdayaan masyarakat dari level pemuda, perempuan dan disabilitas, angkatan kerja yang makin meningkat butuh penanganan serius sehingga jangan tenaga kerja kita orang muda menjdi korban Traficking, masalah kesejahteraan guru dan sarpras sekolah, kesehatan dan lain-lain. Lima tahun menjadi Walikota belumlah cukup untuk saya memberi yang terbaik bagi masyarakat kota ini.” Ujarnya lirih penuh aura seorang bapak.

Jonas juga mengungkapkan bahwa ikut membangun Kota ini adalah sebuah  beban moril yang seolah terpotong oleh gagalnya dirinya dalam Pilwalkot 2017 lalu. Dan ingin dilanjutkannya lewat kursi legislatif.

Ia berkomitmen akan memperjuangkan anggaran APBD 1 NTT dan APBN yang masuk ke pemerintahan Provinsi bisa menjadi bagian pemkot untuk menata kota ini lebih baik.
“Terus membangun Kota Kupang akan tetap menjadi beban moril saya yang terpotong oleh kegagalan saya di Pilwalkot 2017. Dan lewat kursi legislatiflah saya ingin terus membangun Kota Kupang lewat perjuangkan anggaran APBD 1 NTT dan APBN yang masuk ke pemerintahan provinsi NTT. Saya ingin bersinergi dengan pemkot dalam membangun kota ini.” Tegas Jonas.

Jonas Salean berkomitmen akan bersinergi dengan walikota sebagai pemkot dalam membangun Kota Kupang. “Ini tugas semua  pihak di Kota ini. Menuju NTT Bangkit, NTT Sejahtera.!!” Ujarnya bersemangat diakhir wawancara kami. ■■ Juli BR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *