Jemmy Pragina Gong : “Hari kedua Tarian Moko Nona kembali hipnotis penonton London WTM 2019”

0
LONDON, TOP NEWS NTT ■■ London WTM 2019 yang berlangsung selama 4 hari (4–6/11)  mampu menyedot penonton di hari kedua pentas (6/11). Animo penonton tersebut karena pameran berbagai produk tradisional asli NTT baik kuliner (Se’i, bose, minuman sophia), kain tenun ikat NTT, pakian modifikasi dan aksesoris berbahan tenun ikat dan demo tenun yang diperagakan oleh penenun asli NTT yang diikutkan ke London.
JDA berfoto bersama penari negara lain
Namun daya hipnotis utama adalah datang dari pentas tarian tradisional NTT yang dipentas pada hari kedua oleh Jemmy Dance Academy (JDA) pimpinan JDA sekaligus pencipta koreografi tarian asal kabupaten Alor “Moko Nona.”  Tarian inu adalah salah satu dari 3 tarian modifkasi yang dipentaskan pada London World Travel Market 2019. Dua tarian lainnya adalah Ledi Tuak (paduan Sabu Raijua dan Rote Ndao) yang sudah dipentaskan dengan manis oleh JDA pada  Senin, 4/11, dan tarian Legenda Faut Koppa dari TTS yang  dipentaskan pada penutupan WTM pada  hari ketiga (Kamis, 6/11).
Kondisi stand pameran NTT dan pementasan keiga tarian dilaporkan oleh punggawa JDA (Jemy Neolaka) dari London lewat pesan whattsapp, berikut laporannya :
[8/11 17:40] Jemmy Pragina Gong: “Pentas hari ke dua ada tarian Moko Nona dari kabupaten Alor,  berjalan lancar dan sukses,  penonton semakin meningkat dan bertambah banyak” tulis Jemy tentang kondisi pementasan hari ketiga.
[8/11 17:43] Jemmy Pragina Gong“Penonton beramai2 minta foto bersama kami” tulisnya bangga.
 
[8/11 17:44] Jemmy Pragina Gong: “Supaya bisa menarik penonton akhirnya ketua panitia meminta supaya kami berdiri di depan stand supaya orang pada mau datang dan stand NTT sangat ramai. Mereka foto bersama kami para penari dan lanjut keliling-keliling stand NTT.” Tulisnya dengan bahasa sederhana dan polos.
[8/11 17:46] Jemmy Pragina Gong“Penonton juga bertanya ini kostum apa?  Terbuat dari apa. Dan  saya bilang dari tenun ikat asli yang adalah hand made masyarakat di daerah kami. Mereka bertanya sampe detail banget karena sangat antusias.”Tulisnya tentang antusiasme pengunjung stand.
Antusias pengunjung terhadap tarian Moko Nona dan keragaman pakian yang di pakai JDA sangat menarik perhatian pengunjung, menurut Jemy sehingga mereka sampai bertanya letak geografis NTT.
[8/11 17:48] Jemmy Pragina Gong: “Banyak yang bertayanya dimana NTT?  Saya menjelaskan detail posisi NTT sebagai bagian dari Indonesia Timur.” 
 
Pengunjung juga dengan sangat penasaran bertanya tentang seluruh aksesoris dan kostum yang mereka pakai.
[8/11 17:49] Jemmy Pragina Gong“Mereka sgt suka dengan kostum dan asesoris yang kami gunakan sampaj hiasan kepala juga mereka tanya detail.  Saya jelaskan detail juga bahwa terbuat dari bulu ayam.” Tulisnya.
Hal menarik usai pementasan tarian Moko Nona menurut Jemy bahwa banyak penonton dari negara lain ikut terhisap ke stand NTT ikut menonton JDA membawakan tarian itu. Dan itu sebuah kebanggaan tersendiri.
[8/11 17:52] Jemmy Pragina Gong: “Yang menarik lagi dari pentas hari ke dua adalah saat tarian Moko Nona berlangsung di sisi penonton saya lihat ada banyak penari dari negara lain seperti Brasil,  Colombia,  USA, Taiwan, Malaysia, Philipina, Korea, dan Jepang yang datang turut menyaksikan tarian kami dari Jemmy dance academy ini. Ini menimbulkan kebanggaan tersendiri sebagai orang NTT. Dan makin cinta NTT dengan kekayaan seni budayanya.” Tulisnya terharu.
Pementasan hari ketiga (penutupan akan bawakan tarian Faut Koppa  dari kabupaten TTS akan dikrmkan lagi setelah pementasan. Janji Jemy.■■ juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *