Ini pesan Gubernur NTT pada perayaan HUT ke-15 Jemaat GMIT Haukoto

0

NTT, Top News NTT ■■ Ini pesan Gubernur NTT yang disampaikan oleh Staf Ahli gubernur NTT Samuel.D.Palereng pada perayaan HUT Ke-15 Jemaat GMIT Ararat Haukoto klasis Kupang Barat dan peletakan batu pertama pembangunan pembangunan rumah pastori bagi pelayanan jemaat GMIT Ararat Haukoto dalam ibadah kebaktian utama (Minggu, 24/11/2019).

Dalam sambutannya, gubernur menyatakan seperti dibacakan Samuel bahwa dengan perayaan HUT artinya ada pertambahan usia yang harus dijadikan motifasi hidup untuk meningkatkan spiritualisme hidup iman, agar makin maju dan bersukacita dalam iman.

Perayaan HUT ke-15 jemaat GMIT Aratat Haukoto menurut gubernur adalah sebuah peristiwa rohani yang memberi nilai tersendiri bagi masyarakat NTT, khususnya bagi jemaat GMIT Ararat Haukoto karena berkaitan dengan tuntutan, harapan, dan keinginan untuk sebuah perubahan yang kearah yang lebih baik, dan komitmen untuk melakukan perubahan sesuai rencana dan kehendak Allah.
“Gereja ini sudah berdiri selama 15 tahun sebagai sebuah kesatuan dalam sebuah persekutuan yang luar biasa, karenanya saya yakin kita semua tentunya memilik pengalama, sikap hidup dan kesab sendiri-sendiri, dan saya bersukacita serta bersyukur atas realita ini, dimana jemaat GMIT Haukoto klasis Kupang Barat masih tetap bersama, teguh berdiri dan tetap bersatu  hati dalam pelayanan rohani.” Ujar Samuel.

Samuel sampaikan bahwa Gubernur VBL ingatkan agar selain sukacita akan semangat persatuan dan persaudaraan diantara jemaat GMIT Haukoto selama ini, kebersamaan inu akan mendapat tantangan yang makin besar. Namn gubernur berharap agar mampu memaknai tantangan sebagai sebuah alat perekat untuk saling dukung. “Saya berharap jemaat ini dalam usia ke-15 ini dapat memaknai bahwa tantangan adalah sebagai alat perekat dalam saling mendukung dalam pelayanan di jemaat GMIT Ararat Haukoto. Dan saya himbau agar seluruh komponen dalam jemaat ini dalam panggilannya masing-masing terus membina komitmen kebersamaan dalam kerendahan hati, jujur dan saling terbuka melalui kemauan dan kerelaan hati untuk saling berbagi dan melengkapi satu dengan lainnya menuju hidup yang penuh kedamaian.” Ujar Samuel.

Pada moment HUT ke-15 yang  adalah sebuah usia “remaja”, namun gubernur ingatkan untuk disadari oleh semua komponen usia remaja ini jangan menjadi sebuah halangan untuk bisa memberi arti dan nilai tersendiri dalam perjalanan jemaat GMIT Ararat Haukoto klasis Kupang Barat ke depan, agar mampu terus melakukan kebaikan dan keteladanan, sehingga dapat menjadi sebuah kebanggaan bagi sebuah perubahan dan kemajuan kehidupan beriman orang percaya.

“Gubernur juga ingatkan agar jangan melihat dari panjang pendeknya usia jemaat namun gereja dapat memberi pemikiran-pemikiran yang luar biasa yang ditunjukkan dari perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.” Sambung Samuel.

Gubernur inginkan agar peristiwa ini di sambut dengan sukacita dimulainya proses pembangunan rumah pastori bagi pendeta yang melayani. “Ini bukan sebuah seremonial biasa tapi menurut saya adalah sebuah prestasi luar biasa, karena ada nilai kerja sama dan sebagainya yang patut ditiru oleh semua pihak bahwa dalam kebersamaan dan kesatuan iman rencana baik akan berjalan dengan benar.

Ibadah syukuran perayaan HUT ke-15 jemaat GMIT Ararat Haukoto, Kupang Barat dipimpin oleh pendeta Hengky Abineno dengan konteks firman Tuhan dari Efesus 2 : 1-10.

Pendeta emiritus Daniel Nenotek sampaikan suara gembala yang secara singkat berpesan agar dengan perayaan HUT ke-15 dan peletakan batu pertama pembangunan rumah pastori bagi pendeta di jemaat ini dimaknai secara rohani sebagai sebuah karya Tuhan karena kasih Tuhan akan tujuan pembangunan rumah Tuhan dan rumah pelayan yaitu sebagai tempat berkumpulnya semua jemaat dalam persekutuan yang indah untuk memuji dan memuliakan nama Tuhan Yesus. Dan sebagai tempat pelayanan dan penyebaran firman Tuhan. Bukan sebagai sebuah kebanggaan fisik saja secara kemanusiaan belaka.

Hadir  wakilota Kupang Dr.Jefritson Riwu Kore, direktur tahanan dan barang bukti Polda NTT AKBP Ida Pello, perwakilan Sinode GMIT pendeta Emiritus Daniel Nenotek (ketua Badan Diakonat GMIT),  Kepala BKD Provinsi NTT, Camat Maulafa dan para  pendeta gereja tetangga.■■ juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *