Ini 7 Kawasan Rawan Bahaya Narkotika di Provinsi NTT Menurut Data BNNP NTT

0

NTT, TOP NEWS NTT ■■ BNNP Provinsi NTT kembali merilis kinerja dua seksi dalam  pencapaian program P4GN  selama semester I 2019 pada Jumat, 4/10/2019 dalam pers rilis bersama puluhan media gathering BNNP Provinsi NTT.

Kedua seksi itu yaitu Seksi Pemberdayaan Masyarakat Bidang P2M dan Seksi Pencegahan Bidang P2M.

Pada pers rilis kali ini dipimpin oleh Kabid. Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Hendrik J. Rohi, SH  sebagai moderator didampingi oleh Markus Raga Djara,S.H,M.Hum (Kasie Pencegahan) dan Lia Novika Ulya,S.KM  (Kasie Pemberdayaan Masyarakat).

Tujuan pers rilis antara lain memberkan informasi tentang  pencapaian program P4GN yang sudah dilakukan kedua seksi selama semester I tahun 2019.

Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Bidang P2GN Lia Novika Ulya,S.KM menjelaskan bahwa terkait Pemberdayaan terhadap masyarakat, BNNP Provinsi NTT pada  tahun 2019 sudah laksanakan pemetaan kawasan rawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba selama 2019 semester I dengan gunakan 8 indikator pokok yaitu kasus kejahatan narkoba, angka kriminalitas/aksi kekerasan, bandar pengedar narkoba, entry point narkoba dan kurir narkoba, dan indikator pendukung (banyak lokasi hiburan, tempat kost dan hunian dengan privacy tinggi, tingginya angka kemiskinab, ketiadaan sarana publik, dan rendahnya interaksi sosial masyarakat).

Hasil penerapan 8 indikator pokok dan 5 indikator pendukung itu maka BNNP NTT menetapkan 7 kawasan rawan bahaya narkotika di NTT yaitu :
1). Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan
Komodo, Kabupaten Manggarai Barat,
2).  Kelurahan Kamalaputi, Kecamatan
Kota Waingapu, Kabupaten Sumba
Timur,
3). Desa Wailiti, Kecamatan Alok Barat,
Maumere, Kabupaten Sikka,
4). Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa
Lima, Kota Kupang,
5). Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto
Timur, Kabupaten Belu,
6). Kelurahan Kp.Baru,Kec.Kota
Waikabubak, Sumba Barat,
7.) Kelurahan Alak, Kecamatan Alak, Kota
Kupang.
“Karena temuan ini, maka intervensi program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba tahun 2019 diprioritaskan pada 7 kawasan rawan tersebut melalui Pemberdayaan Pegiat anti narkoba dan pemberdayaan alternatif guna menekan angka penyalahgunaan dan  peredaran gelap tidak makin meningkat, bahkan dapat diturunkan hingga kategori aman, atau kawasan tersebut menjadi bersih narkoba.” Jelas Lia Novika Ulyia.■■ Juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *