Ince Sayuna : “12 Kursi DPRD Provinsi NTT 2019-2024, Era Kebangkitan Perempuan NTT Dalam Politik”

0

NTT, TOP NEWS NTT■■ Penetapan 65 Anggota DPRD Provinsi NTT periode 2019-2024 dari 8 Dapil  pada Pileg 2019 sudah di tetapkan. Dan darinke-65 calon anggota DPRD Provinsi NTT tersebut,  12 diantaranya adalah  perempuan yang menyebar di 7 dapil dari 8 dapil hasil Pileg 2019.

Ke 12 Perempuan Hebat Calon Anggota DPRD provinsi NTT tersebut adalah :
1. Dpail 1 : Adoe Juliana Elizabeth (PDIP) suara : 4.149,
2. Dapil 2 :  Maria Saku (Perindo), suara : 4.256
3.  Dapil 3 : Kristina Paty (Nasdem) suara :  11.000
4. Dapil 3  :  Rambu Konda Praing (PAN) suara :  11.200
5. Dapil 3 :  Oktaviana Kaka (perindo) suara :  4.524.
6. Dapil 4 : Yeni Veronika (PAN)  suara 22.930
 7. Dapil 4  : Jimur Katrina (PAN) suara : 16.500
8. Dapil 5 : Angela Piwung (PKB) suara :  7.676
9. Dapil 6 : Ana Kolin (PKB) suara :  6.282
10. Dapil 8 : Ince Sayuna (Golkar)  suara : 13.098
 11. Dapil 8 : Emilia Nomleni (PDIP ) suara : 15.407.
12. Dapil 8 : Reni Marlina Un (Demokrat)  suara : 8.538

Media ini mewawancarai Ince Sayuna,  salah satu perempuan hebat yang sudah dua kali  menjabat sebagai wakil rakyat, dan saat ini lolos lagi untuk periode ketiga  sebagai calon Anggota DPRD Provinsi NTT periode 2019-2024 dapil 8 fraksi Partai Golkar  usai penetapan Senin, 22/7/2019 di Aston Kupang. Ince menyatakan  bahwa ke-12 perempuan yang yang lolos dalam Pileg 2019 untuk Kursi DPRD NTT sebagai “12 kursi legislatif DPR, Era Kebangkitan Perempuan NTT Dalam Politik.”

Hal ini dinyatakan Ince Sayuna bukan tanpa alasan, karena baru pada Moment Pileg 2019 kali ini komposisi perempuan legislatif terpilih menembus angka sempurna 12. Dan keterwakilan perempuan ada di 7 dapil dari 8 dapil yang ada. Dan ini sebuah kemjuan yang memberi bukti bahwa perempuan NTT sudah bangkit dan mampu bersaing dengan para caleg laki-laki. Dan perempuan NTT yang punya kemampuan sudah makin banyak. Hal baik yang terjadi juga dalam pandangan Ince yang juga sebagai aktivis dan pemerhati masalah perempuan dan anak, bahwa kepercayaan masyarakat makin besar kepada perempuan NTT. Sehingga paragidma perempuan NTT berada pada posisi kedua bisa disingkirkan.
“Dengan lahirnya 12 Caleg perempuan di DPRD Provinsn NTT yang sudah ditetapkan hari ini, merupakan sebuah era kebangkitan perempuan dalam politik. Dan ini menunjukkan bahwa permpuan NTT sudah memiliki kemampuan lebih sehingga dipercaya masyarakat. Selain itu kondisi ini menunjukkan kepercayaan masyarakan kepada kaum perempuan NTT makin tinggi. Dan inu sebuah hasil  yang menggembirakan. Karena 12 perempuan brhasil mengambil 12 kursi dari 65 kursi. Dan ini baru pernah terjadi dalam sejarah politik di NTT. Dan hari ini budaya NTT bergeser bahwa dengan hadirnya 12 perempuan di Legislatif NTT ini bisa beri impact bagi perubahan kebijakan politik di NTT. Perempuan bisa memberi impact yang positif bagi masyarakat NTT sebagai 12 kekuatan baru dalam kualitas. Terutama bagi kepentingan perempuan. Dan tidak sebagai pelengkap voting saja. Sebagai perempuan legialatif pemerhati perempuan dan anak, saya berharap pejuang bagi kepentingan perempuan dan anak makin banyak.  Kita akan bergandeng tangan bersama dalam memperjuangkan kepentingan perempuan dan anak.” Tandas Ince tersenyum bangga

Perempuan matang yang sudah tiga periode menjabat wakil rakyat ini berharap agar makin banyak perempuan NTT berjuang untuk kaumnya. Akan ada banyak hal positif bisa diperjuangkan.

Ini adalah proses normatif yang sudah kita lalui bersama dengan baik. Dan bisa ditetapkan tanpa gugatan khusus untuk pileg DPRD Provinsi dan ini adalah pleno terkahir. Bahwa yang ditetapkan oleh KPU hari ini yang akan dilantik pada 3 September 2019. Dan kita berterima kasih kepada semua pihak yang sudah ada dan berkontribusi dalam proses ini. Kepada KPU sebagai penyelenggara, Bawaslu, Parpol, masyarakat pemilih, kepada para caleg baik yang terpilih dan belum terpilih, Pesan saya: selamat untuk yang terpilih , jaga semangat sisterhood, ada perjuangan sendiri sendiri tapi ada perjuangan bersama, yaitu menghadirkan kebijakan dan anggaran yg responsif gender dari pengambil kebijakan yang responsif gender juga.” Ujarnya.

Sedangkan kepada caleg  yang belum  terpilih, Ince berpesan : “perjuangan belum selesai, harus tetap optimis dan semangat , rawat basis dan bertarung lagi. Menjadi pemimpin dalam dunia politik itu bukan hal yang terlalu sulit untuk dilakukan oleh seorang perempuan, jadi jangan menyerah , semua akan ada waktunya.” Ujarnya terseyum.

Kendala bagi pemenuhan kepentingan perempuan dan anak selama ini adalah pertama mindset berpikir tentang perempuan itu sendiri. Pada dua periode sebelumnya sudah ada pergub misalnya  tentang PUG ada  Inpres 9/2000,  dan pergub 10/2001. Semua Dinas/Badan harus ada Pokja PUG dan harus punya tim perencana untuk buat secara khusus desaij program untuk kepentingan perempuan dan anak. Namun dalam perjalanan.  hanya lip servis. Sudag ada Pergub namun sampai ke Tim anggaran terpental. Karena pada saat asistensi anggaran gugur karena saat itu biro pemberdayaan  perempuan dan anak masih di bawah setda sehingga tidak punya cukup power untuk mempengaruhi kebijakan anggaran karena bukan panitia anggaran.

Namun Ince bersyukur sekarang Biro Pemberdayaan perempuan dan anak sudha menjadi dinas sehingga bisa punya power dalam mempengaruhi Gubernur dan tim anggaran un mengasistensi dinas badan yang sudah ada pokja. Sehingga setelah asistensi akan mudah pengaruhi kebijakan anggaran. Maka gender mainstream akan terwujud.

Berpikir tentang kepentingan perempuan dan anak  harusnya ada di semua dinas dan badan harus punya prespektif yang berpikir secara analisis gender baik dalam bidang program infrastruktur maupun pembangunan manusia harus memiliki analisis gender.

Masalah pemberdayaan juga harus menjadi titik juang semua pihak termasuk legislatif, tandas perempuan dengan tage line  “walaupunlu perempuan harus melalukan dua kali lebih berat dari laki-laki, namun buka hal yang mustahil untuk memperjuangkannya” , diakhir wawancara kami. ■■ juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *