DPD Kongres Advokasi Indonesia-NTT Kukuhkan 60 Advokat NTT, Siap Beri Pendampingan Hukum Gratis

0

NTT, TOP NEWS NTT., ■■ DPD Kongres Advokasi Indonesia-NTT  kukuhkan 60 Advokat NTT pada Kamis, 4 Juli 2019 di Palacio 1 Aston Hotel Kupang.

Ke 60 Advokat NTT ini dikukuhkan oleh Ketua DPP Kongres Advokasi Indonesia Adv.Apollos Djara Bonga,S.H. Pengukuhan juga dihadiri oleh Kaban.Kesbangpol Provinsi NTT Yohana Lisapally yang  mewakili dan membacakan sambutan wakil Gubernur NTT Drs.Josef Adrianus Nae Soi,M.Si yang sedang tugas luar daerah.

Hadir juga Kepala PN Kelas 1 A Kupang, Dju Johnson Mira Mangngi,S.H.,M.H, dan perwalikan dari Polda NTT dan perwakilan Lanud AU dan TNI/AD.

Adv.Apollos Djara Bonga,S.H dalam sambutan usai pengukuhan meminta agar ke-60 advokat mampu menjadi advokat yang meneguhkan soliditas, spritualitas, profesionalitas, dan integritas  para advokat kongres advokat indonesia, demi  memperjuangkan kebenaran dan keadilan, sesuai thema pengukuhan.

“Prototipe  seorang Advokat  adalah Ofisium Nobille artinya kemurahan hati untuk menolong orang yg tertindas.” Ujar Apollos mengingatkan.

Dju Johnson Mira Mangngi,S.H,M.H (Kepala PN Kelas 1 A kupang), Ketua DPP KAI Adv.Apollos Djara Bonga,SH, Ketua DPD KAI NTT Adc.Eddy Djaha,S.H, Adv.Amos Lafu,S.H, Adv.Semard Dju,SH, Adv.Andi Sulabessy,S.H, Adv.Folkes Nenis,S.H

Meniadakan segala bentuk mafia hukum dengan mengedepankan sikap mental yang baik dan Takut Akan Tuhan sehingga mampu memberi rasa keadilan bagi para pencari keadilan. Jujur dalam memberi bantuan hukum bukan karena imbalan tapi karena sumpah profesi. Terutama membantu saudara-saudara yang tidak mampu dalam berperkara dengan tidak meminta imbalan.

Sedangkan Wakil Gubernur NTT dalam sambutan tertulisnya seperti dikutip Yohana Lisapally menegaskan bahwa seorang advokat sebagai mitra masyarakat sebagai pencari keadilan harus mengedepankan sikap mental advokat yang memegang teguh sumpah profesi. Diharapkan juga bisa memberi rasa keadilan bagi siapa saja tanpa memandang suku agama dan ras.

Kepala Pengadilan Negeri Kelas 1 A Kupang, Dju Johnson Mira Mangngi, SH.,M.H dalam sambutannya menyambut baik kehadiran ke-60 advokat yang baru dikukuhkan hari ini dan berharap dapat menjadi mitra pengadilan dalam memberi rasa keadilan bagi masyarakat pencari keadilan. Jujur, dan tanpa mengutamakan imbalan terutama bagi masyarakat tidak mampu.

Mira Mangngi juga mengingatkan ke-60 advokat agar sekarang tersedia aplikasi pendaftaran online kasus yaitu e-Court sehingga lebih efisien dari segi waktu, biaya dan ketepatan adminiatrasi.

Beliau juga mengingatkan agar para advokat menyingkirkan semua hal yang berhubungan dengan grativikasi karena Pengadilan Negeri saat ini sudah memasuki Zona Integritas dan selalu mengawasi setiap proses hukum baik dari pencari keadilan dan pemberi keadilan. Dan setiap dua jam akan ada himbauan bagi semua pengguna pengadilan untuk menjauhkan diri dari perbuatan yang berpotensi grativikasi atau suap dengan tidak memberi imbalan dalam bentuk apapun bagi staf pengadilan termasuk para advokat.

Adv.Eddy Djaha,S.H ketua DPD Kongres Advokasi Indonesia – NTT dalam sambutannya mengingatkan agar ke-60 advokat dapat menjalankan profesi mereka dengan selalu menjaga kewibawaan dan kehormatan profesi advokat dan juga lembaga Pengadikan serta Kongres Advokat Indonesia.

“Imbalan bukan segalanya, menjalankan profesi dengan memegang teguh sumpah dan etika profesi adalah hal yang utama. Wajah peradilan harus bersih dari semua perbuatan tercela dan melawan hukum dengan menjauhi mafia hukum.” Pesan Eddy, pengacara gaek ini tenang.

“Dan KAI NTT  sudah mempersiapkan generasi penerus advokat baru untuk didistribusi ke daerah-daerah yang masih butuh advokat dan bermitra bersama kepolisian. Dan meminimalkan Sarjana Hukum yang setelah lulus tidak harap jadi PNS tapi bisa berpikir profesioanl dengan disiplin ilmunya dan diandalkan oleh masyarakat dan negara.” Jelas Eddy.

Media mencoba mewawancarai beberapa advokat yang dikukuhkan, diantaranya terdapat dua jurnalis senior NTT yaitu Adv.Andy Sullabesy,SH dari Radio Suara Kasih dan Adv.Semard Dju,S.H dari Media Online Sebelasmaret.com.

Kepada media ini Andy menyatakan bahwa sebagai jurnalis ia ingin menjalankan profesi advokat yang menjunjung tinggi etika dan sumpah profesi advokat dan jurnalis. Karena jurnalis dan advokat adalah dua profesi yang saling melekat dan tidak jauh berbeda. Yaitu menjadi penyuara, corong dan pemberi  keadilan dan kebenaran bagi masyarakat. Profesi wartawan dan advokat sama-sama lakukan investigasi demi menyajikan informasi yang memberi rasa keadilan. Mengungkap kebenaran adalah tugas jurnalis demikian juga advokat.

Sedangkan Adv.Semard Dju,S.H yang berprofesi sebagai jurnalis media online Sebelasmaret.com  juga memberi komitmen yang mantap tentang bagaimana seharusnya seorang advokat. Bahwa seorang advokat dan jurnalis sama-sama bekerja “memberi” keadilan bagi masyarakat pencari keadilan. Dan ia ingin menjadi pembela buat para jurnalis yang sering alami kekerasan dan ketidak adilan.
“Saya sering miris melihat bahwa banyak wartawan yang memperoleh perlakuan tidak adil, dan diperlakukan kasar dan dianiaya dan tidak memperoleh keadilan. Dan saya siap kalau ada rekan wartawan yang ingin saya bantu saat peroleh ketidakadilan dalam kasus kekerasan misalnya.” Ujarnya berkomitmen.

Sedangkan Amos Lafu, Sekretaris panitia pengukuhan dan juga berprofesi sebagai pengacara menyatakan dengan pengukuhan hari ini semoga memberi warna bagi wajah peradilan NTT. Karena Kongres Advokat Indonesia sebagai wadah berkumpulnya para advokat menjamin bahwa advokat NTT sudah mampu memberi sumbangsih bagi masyarakat pencari keadilan di NTT. Dan di Kongres Advokasi Indonesia ada sekitar hampir mendekati 400-an dan ini angkatan ke-12. Dan ini lanjutan tahapan ketiga, ujian advokat, pendidikan dan pelantikan dan akan ada tahapan akhir yaitu penyumpahan dipengadilan yang akan dilakukan pada September 2019. KAI sendiri sudah berdiri dari 2012 dan mewadahi sekitar 400-an advokat yang tersebar diseluruh NTT.

“Dengan penambahan 60 advokat hari ini diharapkan masyarakat makin bisa terbantu dalam mencari keadilan secara gratis. Karena itulah tugas dan fungsi seorang advokat.” Tandas Amos.

Masyarakat bisa melaporkan jika didapati kelakuan Advokat yang menyimpang dari kode etik dan etika advokat, atau ingin menggunakan jasa advokat, maka datang saja ke lantai 3 Toko Buku Semangat Kuanino. Ajak Amos. ■■ Juli BR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *