Desa Mata Air, Pionir Pendiri Posyandu Disabilitas Di NTT

0

NTT, Kupangmedia.com., Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang menjadi Pionir pendirian Posyandu Disabilitas di NTT. Posyandu bagi kaum penyandang disabilitas yang didirikan oleh Forum Peduli Kasih Desa Mata Air ini  ditujukan  bagi penyandang disabilitas di lingkup desa Mata Air baik dengan kondisi disabilitas ringan dan berat yang  baru saja dilaunching pada 9 Desember 2018. Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Kupang Tengah, kepala Puskesmas Tarus dan jajarannya, serta tokoh masyarakat dan masyarakat umum sekitar desa Mata Air.

Ide awal pendirian Posyandu yang terletak di RT  / RW Desa Mata Air ini menurut Benyanin Kunuk, Kades Mata Air dalam wawancara khusus dengan media ini di Kantor Humanity & Inclusi pada Selasa, 11/12 adalah karena melihat kondisi masyarakat penyandang disabilitas selama ini banyak yang tidak terdeteksi penyakitnya akibat kelemahan tubuh yang sebabkan penyandang disabilias di wilayahnya tidak peroleh pelayanan kesehatan karena tidak bisa secara rutin periksakan kesehatannya.
Juga dengan pertimbangan bahwa semua manusia jika mengacu pada keterbatasan fisik akibat atau berkurang kesehatannya akibat bertambah usia. Sehingga Kades Beny Kunuk berpikir suatu waktu semua orang akan menuju dekade lemah dan dinamakan disabilitas.
“Dasar pertimbangan mendirikan Posyandu Disabilitas adalah tumbuh dari pemikiran rasa peduli kepada kesehatan para peyandang disabilitas yang adalah saudara-saudara sendiri yang kesehatannya tidak sempat diperhatikan akibat tidak sempat ke Puskesmas secara rutin periksa kesehatannya. Dan juga pertimbangan bahwa semua manusia akan menuju kondisi seperti orang dengan disabilias atau berkebutuhan khusus akibat kondisi menurun akibat usia tua. Dan ada dekade dimana kita butuh semua sarana dan prasarana seperti yang dipakai oleh penyandang disabilitas itu.” Jelas Beny sederhan.

Warga penyandang disabilitas.saat launcnhing posyandu disabiitas

Menurut Beny pendirian Posyandu Disabilitas ini datang dari penyandang disabilitas yang tergabung dalam Forum Peduli Kasih. Dan Camat Kupang Tengah sendiri sangat respek dengan ide ini sehingga sempatkan diri hadir pada launchingnya. Dan berjanji akan mendukungnya dengan mendorong ke Dana APBD Kabupaten Kupang jika tidak bisa terakomodir dari dana desa.

Beny baru masuk periode tahun kedua dari masa pemerintahaannya. Dan Beny berani nyatakan bahwa dirinya siap mendukung pembangunan inklusi baik secara frastruktur maupn sdm (pemberdayaan) dari Dana Desa dan usulan dari APBD Kabupaten Kupang.
Pada tahun anggaran 2018, jelas Beny sudah dianggarkan dana bagi pemberdayaan penyandang disabilitas dan kelompok rentan sebesar Rp.100 juta rupiah. Dan untuk  tahun anggaran 2019 sudah disetujui anggaran sebesar Rp.200 juta rupiah bagi pemberdayaan penyandang disabilitas dan kelompok rentan. Dan sudah ada permendes no.10/2018 untuk menjamin itu.

“Saya intinya sangat mendukung pembangunan inklusi dan pemberdayaan penyandang disabilitas dan kompok rentan di desa Air Mata dari Dana Desa melalui Permendes nomor sepuluh tahun dua ribu delapan belas. Dan jika ada hal-hal yang tidak terakomodir dari Dana Desa maka akan didorong ke Pemkab Kupang untuk diusulkan kedalam APBD Kupang. Untuk TA 2018 kami sudah beri anggaran sebesar seratus juta rupiah. Bahkan untu tahun anggaran dua ribu sembilan belas kami sudah usulkan dana sebesar seratus dua puluh juta dari Dana Desa.” Jelas Beny terkait dukungan pemdes.

Uniknya dalam pelayanannya,  bagi penyandang disabilitas berat maka tenaga kesehatan akan memeriksa ke rumah mereka. Dan akan diberi obat dan ada tindakan medis. Lokasi rt 5 rw.3.dusun 1 di.rumah ketua Forum. Ada prodia mini (deteksi gula, darah, jantung dan tensi tekanan darah). Dana dari Forum Peduli Kasih sebesar Rp.250.000. Dari hasil usaha ekonomi kreatif dari para penyandang disabilitas seperti pembuatan minyak kelapa murni (CCO), keripik pisang dll?

Walau Posyandu Disabilitas sudah terbangun, namun sebagai kades Beny nyatakan sudah menyiapkan lahan bagi pembangunan gedung posyandu yang akan didorong ke APBD Kabupaten Kupang.
Saat ia usulkan agar ada kontribusi dari Dana Desa bagi Posyandu Disabilitas. Namun peroleh tantangan besar dari warga karena mereka berpikir akan ditanggung Humanity & Inclusi.

 

Perlu diketahui   bahwa Desa Mata Airpada.2018 terpilih sebagai desa.Teladan penggunaan dana desa.

Diakhir wawancara Beny berharap.agar pemerintah kabupaten Kupang dapat merespon cepat hal ini karena sangat positif. Juga usulan mobil ambulans bagi setiap desa bagi penyandang disabilitas dan posyandunya.
Ia juga minta insentif tambahan bagi tenaga kesehagan karena akan melayani penyandang disabilitas berat ke rumah.**))Juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *