BKKBN NTT gelar advokasi & KIE program KKBPK di Kupang

0

NTT, TOP NEWS NTT■■BKKBN Provinsi NTT gelar Advokasi dan KIE Program KKBPK bagi pemangku kebijakan kota Kupang dan kabupaten Kupang pada Jumat, 20/12/2019 di Ima Hotel.

Kegiatan Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Provinsi NTT ini bertujuan untuk samakan persepsi dalam sukseskan  program KKBPK (Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga).

Dengan take line program BKKPK “Program KBPK menjadi gerakan dan milik desa” dan Filosofi “program KKBPK dari, oleh dan untuk keluarga menuju NTT Bangkit, NTT Sejahtera.”

Kegiatan dihadiri oleh Kepala BKKBN Pusat dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.Og (K)  dan kepala BKKBN Provinsi NTT Mariuanus Mau Kuru,SE,MPH  yang sekaligus sebagai pemateri.

Peserta adalah para Camat, Lurah, Kepala Desa dan pimpinan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dan pimpinan OPD terkait serta para kader dan tenaga PPL KB tingkat desa dan kecamatan.

Kegiatan disertai pelantikan Pengurus Koalisi Kependudukan Indonesian provinsi NTT dan pelantikan Pengurus IPADI cabang Kupang 2020-2023 yang terdiri dari pengambil kebijakan dari pemerintahan, stakeholder bidang keagamaan kota dan kabupaten Kupang.

Marianus Mau Kuru,SE.,MPH dalam pemaparan materinya menjelaskan bahwa program KB dan pemakaian alat kontrasepsi lewat program BKKPK yang dibuat demi menunjang program pembangunan SDM dari aspek kesehatan ibu dan anak yang akan berimbas positif dalam segala aspek (ekonomi, pendidikan, sosial, budaya dan kerohanian). Kemajuan  provinsi NTT bergantung juga dari aspek kondisi elemen terkecil keluarga yang meluas hingga ke wilayah lebih luas secara bangsa dan negara.”Tujuan KB adalah mengatur jarak kehamilan sehingga ibu dan anak sehat dan selamat sehingga kualitas anak bangsa lebih terjamin. Dengan dukungan seluruh kader, kades, lurah, dinas dan seluruh kepala wilayah hingga kecamatan dan kepala daerah untuk ikut mensosialisasikan KB lewat program  KKBPK ini sehingga menghilangkan mitos yang keliru bahwa jika ber-KB maka akan menghambat kelahiran dan pertumbuhan populasi manusia. Karena tujuan program KB adalah mengatur jarak kehamilan dan kelahiran demi keselamatan dan kesehatan ibu dan anak. Dengan jarak 2 tahun kelahiran, maka ibu dan anak akan sehat, selamat memiliki masa depan yang baik. Karena secara ekonomi akan bisa di atur kebutuhan, sehingga semua anak peroleh perawatan yang berkualitas dan jelas akan menjamin bahwa jika manusia sehat akan pintar, jika pintar maka akan punya pekerjaan dan usaha yang baik.

Marianus menyatakan bahwa ia ingin membuat program conecting data tentang keberhasilan program KKBPK di seluruh NTT agar bisa memantau sejauh mana penerapan program ini dari tingkat terbawah. 1-31 Mei 2020 sebagai kurun waktu conecting  entri data dari kedua wilayah.

Tujuan KB menurut Marianus bukan menghambat penduduk berkembang biak. Tapi mengatur jarak kelahiran yang akan berpengaruh kepada kesehatan ibu dan anak dan kematian dini bagi ibu dan anak, ekonomi masyarakat, mencegah stanting pada generasi penerus bangsa. Stunting di NTT cukup tinggi dan lewat program KKBPK ini maka konsentrasi orang tua dari berbagai aspek bisa memberikan yang terbaik bagi anak.

Karena banyak manfaat dari program KB dan KKBPK, Marianus berharap sektor pemerintah dari tingkat desa lurah camat adalah sangat penting dalam memberikan pengertian lewat sosialisasi ke masyarakat bahwa KB bukan untuk membatasi kelahiran tapi justeru untuk menjaga kesehatan dan menyelamat ibu dan anak serta meningkat kesehatan dan reproduski ibu dalam hamil, melahirkan dan merawat serta membesarkan anak. Bahkan program KB dapat meminimalisir perkembangan PMS.

Menurut Marianus program KB sangat mendukung pembangunan SDM bangsa, karena dengan pengendalian jarak kelahiran, bisa menahan dan mengatur ledakan penduduk. Pemerintah dapat mengatur kehidupan warganya dari berbagai aspek jika pertambahan penduduk bisa di kendalikan.

Sedangkan dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.Og kepala BKKBN Pusat menjelaskan tentang Transformasi Tantangan Pembangunan “Kencana Bangsa” (Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga) menjelaskan bahwa ada hubungan erat antara program ber-KB dan pembentukan KKBPK dan pembentukan keluarga sehat sejahtera. Bahwa dalam menghadapi tantangan pembangunan keluarga perlu intervensi pemerintah dalam rangka pembentukan dan pembangunan bangsa yang sehat dan sejahtera berangkat dan berkaitan erat kondisi keluarga yang menjadi dasar pembentukan masyarakat sebuah bangsa. Karena semua berpengaruh terhadap seluruh aspek kehidupan suatu bangsa.■■ juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *