BAPENDA Kota Kupang Dan Bank NTT Sosialisasikan Perangkat EDC dan MPOS Kepada Berbagai Pelaku Usaha Di Kota Kupang

Birokrasi Pajak Warta Kota

KUPANG, TOPNewsNTT.Com|| Bapenda Kota Kupang dan Bank NTT menggelar Sosialisasi Mesin EDC (Electronic Data Capture) atau perangkat pembayaran non tunai yang membaca kartu kredit, debit, pre-paid atau QRIS sebagai salah satu upaya mewujudkan pengelolaan pajak dan retribusi daerah yang lebih baik di Aula Kantor Walikota Kupang (Rabu, 5/6).

Sosialisasi dibuka oleh Plt. Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang Pah B. S. Messakh, SSTP. M.Si dan dihadiri oleh para pelaku usaha restoran, rumah makan dan hotel yang ada di Kota Kupang.

Tujuan diadakannya sosialisasi ini adalah untuk memberikan pemahaman terkait penggunaan mesin EDC kepada pelaku usaha restoran, rumah makan dan hotel yang ada di Kota Kupang sebagai implementasi Perwali nomor 2 tahun 2020 terkait Transaksi Non Tunai. Pemasangan dan penggunaan mesin EDC sudah dilakukan pada hampir semua restoran dan rumah makan di Kota Kupang sehingga perlu juga diterapkan pada hotel – hotel yang ada di Kota Kupang, mengingat bahwa penggunaan mesin EDC bersifat wajib bagi setiap pegiat ekonomi di Kota Kupang.

Dalam kesempatan tersebut Bapenda Kota Kupang juga menghadirkan Bank NTT untuk turut memberikan sosialisasi terkait penggunaan MPOS atau Mobile Point of Sale. Disampaikan dalam sosialisasi tersebut MPOS merupakan sistem berbasis elektronik yang dapat diakses melalui perangkat mobile seperti smartphone atau tablet. Adapun keuntungan penggunaan MPOS antara lain digitalisasi bisnis, optimalisasi data, mudah digunakan, dan Integrasi dengan sistem pembayaran EDC. Terkait penggunaan MPOS restoran, rumah makan maupun hotel wajib membuka rekening Bank NTT.

Pada sesi tanya jawab, beberapa perwakilan hotel yang ada di Kota Kupang menyampaikan kendala – kendala yang mungkin terjadi dengan adanya penggunaan MPOS pada hotel mereka salah satunya karena mereka telah memiliki sistem pembayaran sendiri. Bapenda menerima semua masukan dan saran terkait penggunaan mesin EDC dan MPOS dalam sosialisasi ini untuk kemudia dicarikan solusi terbaik. Sosialisasi tersebut ditutup dengan demonstrasi penggunaan mesin EDC dan MPOS bagi para pelaku usaha yang hadir pada sosialisasi tersebut.|| jbr

SP