Apresiasi 80% partisipasi pemilih pada pemilu 2019, KPU NTT gelar Sosialisasi “Terima kasih karena telah memilih”

0
NTT, TOP NEWS NTT■■ KPU Provinsi NTT selenggarakan Sosilaisasi “Terima kasih telah memilih” bagi Pimpinan dan anggota KPU se-NTT, insan pers eletronik, cetak dan online,  kelompok pemilih disabilitas, organisasi mahasiswa, kelompok komisi masyarakat peduli pemilu dan  mantan panitia pemilu adhock. Peserta sosialisasi mencapai 145 orang  akan berlangsung sehari pada Senin, 2/12/019.

Hadir Ketua KPU NTT Thomas Dohu, dan amggota KPU Provinsi NTT Yosafat Kolly, Agus Kefi, Jefri A.Galla, Franssizkus L.Diaz, dan Lodowyk Frederick memandu kegiatan sosialisasi.
Ketua panitia sosialisasi menyatakan bahwa kegiatan ini baru pertama kali dilakukan, sebagai bentuk apresiasi atas  partisipasi pemilih yang  mencapai 80% pada pemilu serentak 2019.
Ketua KPU Thomas Dohu  dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan sosialisasi menyampaikan ucapan terima kasih kepada peserta karena sudah mewakili 3.319.316 pemilih di NTT yang sudah mau datang ke TPS.
Dia akui Thomas bahwa demi keberhasilan Pemilu 17 April 2019 banyak pihak sudah terlibat baik konsentrasi dengan beban tuga. Namun Thomas akui ini sebagai moment pertama pemilu setelah 17 Agustus 1945 untuk pilih legislatif dan presiden yang  sukses dengan tingkat partisipasi pemilih mencapai sebesar 80%.
“Idealnya dengan begitu banyak peserta pemilih dan penambahan TPS disebabkan bertambahnya jumlah pemilih yang gunakan KTP (98.000 ribu), namun dengan dengan kerja solid dan  aturannya yang pelaksanaan proses pemilu dengan kemungkinan wilayah dengan pemilih yang bertambah namun semua bisa dilaksanakan dengan baik. Proses ini melibatkan banyak petugas KPU dari tingkat tps di desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/ kota hingga provinsi di NTT. Namun semuanya sukses  dilaksanakan  baik dari KPU sebagai penyelenggara maupun Bawaslu sebagai pengawas.
Dan pertama kalinya KPU NTT peroleh peringkat 3 partisipasi pemilih disabilitas yang capai 78,48% dengan 12.119 pemilih disabilitas.” Ujar Thomas bangga.
Thomas nyatakan bahwa pada proses pemilu 2019 ada 11 jenis logistik dalam Pemilu yang semua ada dalam e-catalog. Pada pemilu 2019 tidak  kasus hukum terutama perselihan hasil pemilu yang dibawa sampai ke MK. “Yang pernah dibawa sampai ke Sidang Pembuktian hanya kasus dari Alor, Lembata yang sampai ke sidang pembuktian namun hasilnya ke sidang pembuktian dan hasilnya menang dan tidak ada tindakan hukum lanjtan.” Ujar Thomas bangga.
Pada kesempatan ini akan ada dua kegiatan yaitu sosialisasi “terima kasih telah memilih” dan pelatihan penguatan kapasitas bagi semua pengurus dan anggota  KPU se-NTT.
Menurut Yosafat Kolly pemilu Serentak 17 April 2019 merupakan satu-satunya pemilu didunia dimana dipadukan pemilih presiden dan legislatif. Yang mencaoai angka 80% diatas partispasi nasuonal yang 77,9%. Partisipasi pemilih disabilitas sangat tinggi dari NTT dan baru pernah terjadi yaitu 70-an %.
Perwakilan dari media elektronik Hendro sampaikan apresiasi atas kinerja KPU dan kepada Bawaslu NTT Bawaslu yang sudah lakukan pengawasan kepada jalannya pemilu serentak 17 Arpil 2019.
Bahwa media elektronik selalu dilibatkan dalam setiap proses pemilu serentak 2019.
Hendro menyatakan semua yang datang pasti sudah memilih maka berhak peroleh terima kasih.
Hendro ajak semua pemilih di 9 kabupaten yang akan selenggarakan pemilu kada agar gunakan hak pilih sesuai hak konstitusi kita dalam UUD.
Chriatin Tallo dari media Online Warta Perempuan menyampaikan analogi bahwa sosialisasi Terima Kasih Telah Memilih adalah seperti ibarat tuan pesta yang sudah selenggarakan pesta memberi ucapan terima kasih bagi pemilih. Christin memuji dan mengapresiasi proses pemilu serentak 2019 yang berlangsung sudah sangat bagus dengan tingkat partisipasi 80% dan semoga 40%nya perempuan.
Hal senada dikatakan oleh Ayub Ndun dari media cetak VN.
Dari komunitas disaabilitas tuli berterima kasih karena semua sarpras akses bagi kelompok disabilitas tuli dan dengan pelayanan yang khusus serta ramah. Richard mempertanyakan berapa jumlah pemilih disabilitas buta tuli di NTT dan berapa yang sudah memilih.
Jumlah pemilih disabilitas 15.443 orang laki-laki 6.811 perempuan 8.612. Gunakan hak pilih adalah 12.119 pemilih atau  78,48%.
PERSANI perkumpukan tuna daksa kristiani Erni menyatakan sangat berterima kasih kepada KPU dan KPPS yang sebelumnya sudah laksanakan sosialisasi bersama sehingga pada saat pemilu di TPS petugas KPPS sangat membantu dan ramah dengan sistem pemilih yang inklusi.
Desy ucapkan terima kasih sebagai sebuah moment spesial karena swbagai kelompom disabilitas karena sudah dilibatkan dan diberi terima kasih kepada mereka. Dan pemilihan yang aksesibel dan inklusi. Berharap pemilu kedepan bisa lebih inklusi dan aksesibel.
HMI mewakili kelompok akademisi apresiasi bahwa KPU sudah selenggarakan pemilu damai di tahun 2019.
Dari himpinan mahasiswa lembata nyatakan bahwa sudah bagus penyelenggaraan yang serentak tapi bawa banyak korban. Sehingga ia menyatakan bahwa kakau bisa dipisahkan antara pemilihan kepala daerah, presiden dan legislatif secara tersendiri.
Dan proses perhitungan sangat melelahkan namun honor tidak cukup. Dan usulan 10 tahun kedepan semoga jangan bertabrakan dengan pekan suci umat Kristen Paskah.
Dua hal yang jadi hal.utama adalah pelayanan yang baik kepada pemilu dan lakukan pelayanan keoada semua pemiljhdengan adil dan setara dan sampaikan semua informasi kepasa semua pemililu. Dan ada uu no 7 2019 yang isinya tahapan dan jadwal pemilu dan ada 11 tahapan yamg harus dikerjakan oleh KPU.
Thomas nyatakan semua proses pemilu dari awal sampai akhir (persiapan jadwal dan tahapan, pemilihan, perhitungan, pleno kecamatan hingga kabupaten kota dan provinsi, penyelesaian kasus sengketa dan pelanggaran pemilu semua dilaksanakan sesuai dengan aturan, sampai pada pelantikan. Pertanggung jawaban tahapan dan administrasi keuangan dipuji Thomas semua berlangsung dengan benar dan sesuai jadwal.
Publikasi semua proses pemilu selain ada bidang publikasi lewat sosialisasi dan web KPU, namun lewat publikasi media elektronik, cetak dan online. Dan lewat semua dukungan itulah maka semua proses Pemilihan berlangsung dengan baik dan mencapai keberhasilan dengan tingkat partisipasi 80%.
Diakhir sosialisasi dilakukan serahkan secara simbolia piagam penghargaan kepada 6 lembaga mewakili kelompok peserta kepada komunitas peduli pemilu,  Pertuni, Persani, panitia adhock, Forum Wartawan Online Indonesia dan perhimpunan mahasiswa Lembata.■■penulis : juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *