Anita J.Gah,SE, Peduli Keutuhan NKRI Laksanakan Sosialisasi Empat Pilar Bagi Jemaat GMIT Kota Kupang

0

Kota, Topnewsntt.com., Politisi Partai Demokrat, Anggota DPR RI Komisi X Anita J.Gah,SE sangat peduli keutuhan Bangsa Indonesia sebagai NKRI dengan ideologi Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI sebagai negara kesatuan dari ancaman perpecahan akibat terkikisnya pemahaman dan wawasan kebangsaan akibat kurangnya pemahaman nilai2 Empat Pila Kebangsaan. Terutama dikalangan muda. Dan sikap peduli itu diwujudkan dalam sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Jemaat GMIT Kota Kupang pada Kamis, 20/12/2018.

Sosialisasi yang pesertanya adalah para kader perempuan posyandu, pemuda dari jemaat GMIT Kota Kupang.

Dalam Sosialisasi ini, Pemateri adalah dari Anita J.Gah,SE dan Liven Rafael,SH.

Anita dalam sambutan membuka sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan hari ini kembali mengingatkan peserta agar mau belajar nilai-nilai mulia yang terkandung didalamnya dan melaksanakannya. Karena dengan tidak adanya materi pelajaran Empat Pilar Kebangsaan dalam kurikulum pelajaran yang tidak sejalan dengan perkembangan teknologi dan makin minimnya pemahaman terkait masalah takut akan Tuhan, maka Nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar Kebangsaan harus di pelajari, dipemahami dan dilaksanakan.

Anita juga mengingatkan peserta agar dalam pemilihan legislatif  dan pilpres 2019 masyarakat bisa bijak dan dalam kejujuran memakai pilihan politiknya. Memilih calon wakil rakyat yang takut Tuhan, Jujur, Tidak Korup dan selalu melaksanakan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan. Agar NTT menjadi sejahtera lahir batin.

Sedangkan Liven Rafael,SH, pengacara dan dosen FH Unkris menjelaskan kepada peserta terkait Empat Pilar Kebangsaan sebagai Fondasi Bangsa Indonesia.

Langkah terkikisnya Empat Pilar Kebangsaan di tahun 1986 saat lengsernya mantan presiden Soeharto. Sejak awal berdirinya bangsa Indonesia sudah dimulai sejak jaman pra kemerdekaan. Akibat jejak penjajahan maka semangat dan nilai-nilai Empat Pilar Sudah perlu di gaungkan terus menerus.

Sumpah pemuda lahir dari keinginan mempersatukan Indonesia sebagai NKRI. Dari perjalanan sejarah hingga sekarang. 1997-1998 krisis bagi bangsa Indonesia karena nilai-nilai Pancasila mulai terkikis.

Semuanya disebabkan kemajuan teknologi yang pesat tanpa difilter, terkikisnya pemahaman nilai agama, pandangan yang mengutamakan orang berkuasa, berduit dll  atau sistem sentralisasi.

Peserta Sosialisasi 4 pilar kebangsaan

Penghargaan terhadap kemajemukan, yang berpihak pada mayoritas dan minoritas berdasarkan suku, agama, golongan politik dll.

Penegakan hukum juga menjadi lahan tumbuhnya praktek pelaksanaan hukum menjadi alat pemberi keadilan akibat beda motivasi dasar dalam penerapan hukum.

Keterbatasan budaya lokal dan memfilter budaya luar yang kadang vulgar. Meningkatnya masalah porstitusi lewat media sosial yang sekarang bukan hanya pada perempuan tapi juga perempuan, obat terlarang, implementasi semangat otonomi daerah yang melebehi aturan.

Pengaruh dari luar Indonesia adalah kekuatan embargo, intervensi kebijakan nasional. Hal-hal inilah yang menjadj masalah yang sebabkan makin buruknya persatuan dan kesatuan bangsa. Sehingga pemahanan kembali nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan sangat penting dilakukan.

Sebagai kesimpulan akhir dari pemaparan materi tentang Empat Pilar Kebangsaan, Liven menegaskan pentingnya pemahaman dan pelaksanaan dari ke Empat Pilar Kebangsaan dalam kehidupan pribadi, keluarga, sampai lingkup yang lebih luas . **)) juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *