42 Petugas Rutan Kelas II B So’e Lakukan Tes Urine, upaya deteksi dini narkoba

0

SO’E, TOP NEWS NTT ■■ Dalam rangka menyambut HUT Kementerian Hukum dan Ham RI dann sesuai surat permintaan Kepala Rutan Kelas II B So’e No. W22.EH.PK.01. 01.01-825 kepada Kepala BNNP NTT Brijend. Pol. Teguh Iman Wahyud, SH.MM maka melalui seksi  Pencegahan (Markus Raga Djara, SH.MHum) untuk lakukan tes urine bagi petugas Rutan Kelas II B So’e, TTS, maka  Tim melakukan kegiatan Sosialisai dan tes urine bagi seluruh petugas di Rutan Kelas II B So’e, pada Jumat, 11/10/2019.

Tes urine dimaksudkan sebagai wujud komitmen dan peran aktif instansi pemerintah dalam pelaksanaan P4GN sesuai amanat Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2018.

Kepala Rutan Kelas II B Soe  menggandeng BNNP NTT untuk melakukan Sosialisasi dan tes urine kepada seluruh Pejabat dan Pegawai di lingkungan kerjanya.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari upaya advokasi dalam rangka percepatan implementasi RAN P4GN tahun 2018 – 2019 yang telah dilaksanakan sebelumnya dengan tujuan untuk memastikan setiap lingkungan dan pegawai bersih dari penyalahgunaan narkoba serta sebagai upaya menciptakan aparatur sipil negara yang bersih dan berwibawa.

Pelaksanaan Sosialisasi dan tes urine narkoba untuk deteksi dini ini diawali dengan sambutan Kepala Rutan (Bapak Lukas L.Frans.Amd.IP. SH.MHum) didampingi Kepala Keamanan Pengamanan Rutan ( Bapak Elia S. O. Selly) dimana Kepala Rutan  menekankan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen dan wujud nyata kepedulian jajarannya dalam lingkup Kementerian Hukum dan Ham dalam memberantas dan mencegah peredaran serta penyalah gunaan narkotika dalam lingkup Rutan Kelas II B So”e serta  menciptakan lingkungan kerja yang bebas dan bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Alasan lain adalah karena saat ini LAPAS / RUTAN masih menjadi sorotan semua pihak termasuk media massa karena banyak sekali terjadi kasus – kasus narkotika yang terjadi di Lapas / Rutan,  termasuk di dalamnya keterlibatan oknum – oknum petugas Lapas / rutan  itu sendiri yang sudah dan banyak diungkap oleh BNN dan Polri.

Oleh karena itulah maka  upaya sosialisasi dan deteksi dini ini sangat diperlukan dalam membangun komitmen dan pemahaman dari rekan – rekan semua di rutan kelas II B soe dalam mencegah dan memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika.

Lukas Frans juga  menekankan bahwa apabila dalam pemeriksaan oleh Tim BNNP NTT manakala di temukan ada petugas yang positif menggunakan Narkotika maka akan diambil tindakan keras sesuai peraturan yang berlaku di lingkup Kementerian Hukum dan Ham.
Sebagai bukti komitmen  dalam menyambut HUT Kementerian Hukum dan Ham, yang salah satu komitmennya  adalah “bersih Narkoba di semua Satker.”

Lukas Frans juga  sampaikan terima kasih kepada Kepala BNNP NTT melalui Kepala Seksi Pencegahan atas kedatangan di Rutan Kelas II B So’e dan kerjasama yang sudah dibangun selama ini dalam upaya menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari narkoba serta dalam meningkatkan pemahaman rekan rekan di rutan akan bahaya narkoba.

Kepala Seksi Pencegahan Markus Djara Raga juga sampaikan terima kasih atas hubungan kerja yang sudah berjalan selama ini, sekaligus memberikan arahan dan sosialisasi kepada seluruh petugas rutan bahwa  bahwa narkoba saat ini sudah masuk dalam semua lapisan masyarakat dan semua sektor oleh karena itu  perlu diwaspadai. “Terutama  dalam Rutan karena hasil penelitian BNN RI selama ini mayoritas hampir semua kasus pengungkapan dan penangkapan serta peredaran narkoba di Indonesia saat ini dikendalikan dari dalam Lapas / Rutan oleh para Narapidana maupun termasuk oknum – oknum Petugas itu sendiri.” Ujar Markus mengingatkan.

Markus juga sampaikan tentang bahaya narkoba bagi karier dan masa depan para petugas maupun keluarganya termasuk upaya upaya pencegahan yang harus di lakukan. Ia berharap dengan adanya banyak regulasi tentang fasilitasi P4GN maka program P4GN di lingkup Rutan dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Pada kegiatan kali ini, Kepala Rutan Kelas II B So’e menjadi orang pertama yang melakukan registrasi dan mengambil sampel urine  diikuti oleh 41 orang pejabat dan pegawai Rutan dari Total 50 orang.

Sedangkan hasil pemeriksaan urine kepada 42 orang tersebut, jelas Markus  dengan menggunakan rapid test urine 7 parameter  diperoleh hasil bahwa seluruhnya 42 petugas tersebut Negatif atau tidak terindikasi menggunakan zat Narkotika apapun.

“Kesimpulannya dan dapat dipastikan bahwa lingkungan kerja Rutan Kelas II B Soe sudah turut menciptakan Lingkungan Kerja yang bersih dari penyalahgunaan narkotika dan siap berkomitmen untuk mendukung BNNP NTT dalam upaya pelaksanaan program P4GN di Provinsi NTT.” Ujar Markus. ■■ editor : juli br/topnewsntt.com

Sumber : SP BNNP NTT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *