27 Paslon Pilkada 2020 selesai pemeriksaan bebas narkoba, 1 paslon ditunda

0

NTT, TOP News NTT■■ “Proses  pemeriksaan kesehatan bebas narkoba semestinya dilakukan sampai dengan tanggal 11 September 2020, tapi tanggal 10 September  sudah selesai. Hanya ada 1 paslon yang masih ditunda pemeriksaannya, tidak tahu kapan akan dilakukan pemeriksaan kesehatan bebas narkobanya. Namun yang jelas.dari 9 kabupaten yang mengikuti pilkada ada 27  paslon (cabup dan cawabup ) dengan jumlah  54 orang.
“Terdata dari 9 kabupaten ikut pemeriksaan bebas narooba yang diikuti oleh 27 paslon dengan  jumlah 54 orang yang  dilakukan di BNNP NTT,  minus 1 paslon dari Ngada yang sesuai surat pemberitahuan daru KPU Ngada terindikasi Covid-19.” Demikian dijelaskan oleh Kepala BNNP Provinsi NTT Brigjen Pol Teguh Imam Wahyudi kepada awak media dalam Press Release di aula BNNP NTT pada (Kamis,.10/09/2020).

Imam Wahyudi lebih lanjut menjelaskan paslon yang mengikuti pemeriksaan kesehatan antara lain, dari  Sabu Raijua sebanyak 3 paslon, Manggarai Barat sebanyak 4 paslon, Manggarai sebanyak  2 paslon,  Ngada sebanyak 5 paslon,  Sumba Timur sebanyak 2 paslon,  Sumba Barat sebanyak  4 paslon,  TTU sebanyak  3 paslon,  Belu sebanyak 2 paslon dan Malaka sebanyak 2 paslon. Jadi ada 27 paslon (54 orang) yang sudah mengikuti pemeriksaan kesehatan bebaa narkoba.
“Yang tidak hadir atau ditunda pemeriksaan. bebas narkoba adalah 1 calon Bupati dari Kabupaten Ngada  (KL) dan  calon wakil bupati (ED).” Jelas Wahyudi.

Sedangkan pada  7 Septrmber  2020, lanjut Wahyudi sudah dilaksanakan pemeriksaan kesehatan terhadap 1 paslon dari Sumba Timur, dan pada 8 September dilanjutkan pemeriksaan kesehatan  bagi  8 paslon yaitu  : dari Sabu Raijua sebanyak 3 paslon, kabupaten Manggarai Barat sebanyak  4 paslon,  Ngada sebanyak 2 paslon, Sumba Timur  1 paslon,  Sumba Barat 4 paslon,  TTU  3 paslon dan Belu 1 paslon.

Pada 9 September  pemeriksaaan dilanjutkan bagi  7 paslon :   Manggarai  2 paslon,  Ngada 2 paslon, Belu 1 paslon, dan Malaka 2 paslon.
“Hasilnya akan disampaikan pada pleno di KPU provinsi pada Sabtu, 12 September 2020.” Ujarnya menjelaskan.

Menurut Wahyudi   1 paslon yang tidak ikut karena  hasil pemeriksaan kesehehatan, paslon tersebut terindikasi  covid 19 yaitu dari Kabupaten Ngada ditunda pemeriksaannya sesuai jadwal dan kebijakan KPU Kabupaten Ngada dan KPU Provinsi NTT.

Teknik pemeriksaan adalah rapid tes, tes urin,  numerik meter dan wawancara klinis menggunakan instrumen asis.

Hal-hal pemeriksaan adalah meliputi kandungan zat-zat yang dikategorikan Narkotika dan zat aditif lainnya, alkohol, smoking dan substing screaning tes dalam darah dan urin paslon dalam kadar sesuai standart yang dianjurkan.
“Pengguna alkohol dan rokok dalam kadsr tertentu dimasukkan dalam resiko penggunaan zat psikotropika.” Jelas Wahyudi.

Imam Wahyudi berharap agar media ikut mengawasi semua proses agar Pilkada berjalan dengan benar. ■■ juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *