2.340 Kepala Wilayah dari 22 Kabupaten/Kota ikuti Raker akbar bersama gubernur NTT

0

NTT, TOP NEWS NTT ■■ Sebanyak 2.340 kepala wilayah mulai dari tingkat kepala desa, Lurah, camat hingga bupati dan walikota Kupang dari 22 kabupaten/kota se-NTT padati Gedung Olahraga Oepoi, Kupang dalam Raker Akbar bersama gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat yang digelar pada Kamis, 24 Oktober 2019.

Raker yang digelar oleh Biro Tata Pemerintahan Setda Provinsi NTT ini mengangkat Thema “Sinergitas dan kolaborasi membangun dimulai dari desa dan kelurahan untuk mewujudkan NTT bangkit menuju sejahtera.”

Dengan raker yang ditujukan bagi semua kepala daerah dari tingkat desa ini diharapkab ada sinergitas dan kolaborasi program kerja bagi pembangunan demi mewujudkan masyarakat NTT bangkit menuju sejahtera.

“Pembicara utama adalah gubernur NTT VBL yang memaparkan visi misi dan program kerjanya sebagai gubernur. Dalam raker ini ada testimoni dan ungkapan kebutuhan dan kendala dari tingkat desa hingga kecamatan dari Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Ende, Sabu, Mata Air, Alor, Manggarai, Lembata dan Flotim.” Demikian penjelasan Karo Tata Pemerintahan Setda Provinsi NTT Doris Rihi dalam laporannya.

Dalam pemaparannya, Gubernur VBL memberi tekanan bagi pentingnya sinergitas dan kolaborasi program kerja dari level paling bawah agar semuanya bisa mewujudkan NTT Bangkit menuju sejahtera.

Salah satu pesannya adalah bagaimana mengatasi kekurangan air bersih, listrik dan infrastruktur jalan. Viktor juga menyinggung transparansi penggunaan dana desa bagi pemberdayaan masyarakat. Viktor inginkan agar NTT miliki PLN sendiri.

Terkait pelantikan Sekda Kabupaten Sumba Barat Daya tanpa melalui proses yang seharusnya. Gubernur tegaskan agar bupati Kornelis Kodi Mete segera mencopotnya dan lakukan proses perekrutan yang resmi lewat lelang jabatan dan aksesor Baperjakat.

Tentang kekurangan air di hampir semua kabupaten kota, gubernur perintahkan agar membendung semua sungai dan membuat embung agar bisa menampung air sungai dan hujan warga NTT tidak kekurangan air lagi.

Terkait masalah pencurian di Sumba Barat dan daratan Sumba serta NTT, gubernur mengancam akan menculik  para pencuri tersebut dan dipindahkan ke penjara lain di luar NTT, jika masih ulang lagi maka ia sendiri akan memerintahkan menghilangkannya selama-lamanya.

Semua tokoh pembangunan di NTT gubernur NTT harus bisa membuat perubahan dalam mental dan kemampuan mengelola dana APBDdan APBN yang ada untuk kemajuan NTT keluar dari kemiskinan.

Diakhir Raker Gubernur NTT berterima kasih kepada semua kepala daerah yang sudah bekerja secara luar biasa dalam mengentaskan kemiskinan.

Kadis PMD Sinun Petrus Manuk yang sudah menyiapkan semuanya demi kelancaran penyaluran dana desa, dan mampu mengumpulkan ribuan kepala desa dalam raker akbar 2019 ini.

 

Gubernur NTT meminta maaf jika berkata kasar dan maki, ia mengatakan semua itu dilakukan jika kepala wilayah dan ASN bekerja malas dan mencuri uang rakyat. Tapi jika semua bekerja dengan baik dan jujur serta dapat menerapkan pola tidur 4 jam dan bekerja 9 jam.

Gubernur optimis NTT akan bangkit menuju sejahtera jika semua elemen bekerja bersama-sama sesuai aturan yang berlaku. Penggunaan dana desa yang transparan dan sesuai aturan untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat desa.

Ia juga tekankan para bupati dan walikota  bersama camat, kades dan lurah menggali potensi pariwisata di masing-masing wilayah. Seperti uang sudah diakukan di beberapa desa yang menganggarkan dana desa untuk penyediaan sarpras di lokasi wisata dan pengelolaannya lewat Bumdes. Seperti Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang yang berani memoles pantai Sulamanda lewat Bumdes termasuk pengelolaannya.

Secara terpisah kepada media ini usai raker, Doris mengungkapkan kepuasaannya atas suksesnya kegiatan ini. “Dengan hadirnya 2.340 kepala wilayah dari tingkat kepala desa, lurah, camat , bupati,. walikota dan sekda se-NTT saya sangat puas dan berterima kasih atas partisipasi dan kontribusi dari semua peserta. Ini Raker ter-akbar karena melibatkan semua kepala wilayah. Terbesar dalam sejarah pemerintahan NTT. Saya puas sebagai penyelenggara bersama Dinas PMD mampu memghadirkan mereka. Apalagi ini pembicara tunggal bapa Gubernur. Semoga ini menjado langkah awal dari bangkitnya para birokrat terutama perubahan mental dan etos kerja. Dan rencanaya akan dilakukan setiap tahun dengan tempat pelaksanaan di daerah lain di wilayah NTT.” Tandas Doris tersenyum puas.

Walo sempat ada insiden Squad Jump terhadap dirinya dan staf Biro Tata Pemerintahan karena sound sistem yang kurang berfungsi baik, Doris menanggapinya dengan positif dan tersenyum lucu. Ia beranggapan secara positif itu adalah bagian dari pembinaan mental dan sikap sebagai ASN agar dalam penyelenggaraan lain kali jangan terulang seperti itu. “Pesan Bapa Gubernur agar tes sound harus dilakukan secara rutin sebelum acara dimulai

Karena sound pegang peranan penting dalam kegiatan apapun. Kalau tidak akan sanggat mengganggu dan tujuan acara tidak tercapai.” Tandasnya tersemyum arif. ■■ Juli BR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *