178 Siswa Kelas XI Jurusan AKL Turun Kunjungan Industri ke Tiga Unit Industri di Kupang

0

KUPANG,TOP NEWS NTT ■■ SMKN 1 Kupang makin memacu kualitas baik guru maupun siswanya lewat berbagai program PKBM di sekolah dan luar sekolah. Salah satunya adalah program “Kunjungan Industri” bagi siswa kelas IX untuk semua jurusan di SMKN 1 Kupang.

Ketua Jurusan Akuntansi Jurusan AKL SMKN 1 Kupang : Wibriari Ika Maya Sari, S.Pd., M.Pd. [/caption]

Kunjungan Industri menurut penjelasan Kepala SMKN 1 Kupang Mathias Beeh, S.ST.Par., MM dalam wawancara via whattsapp kepada media ini adalah sebuah program dengan  konsep memutakhirkan konsep-konsep  kekinian terkait dgn perkembangan dunia usaha dunia industri secara terus-menerus dengan melibatkan siswa turun langsung ke dunia usaha sesui jurusan, dan siswa diharapkan  siswa bisa mengalami dan mengetahui hal-hal yang bermanfaat terkait kompetensi di era industri 4.0.

Untuk kali ini media ini mewawancarai ketua jurusan Kompetensi AKL (Keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga) Wibriari Ika Maya Sari, S.Pd., M.Pd terkait kegiatan Kunjungan Industri yang dilakukan  kelas XI AKL yang sudah dilakukan pada Kamis, 22 Oktober 2019 ke Bank Mandiri, PT Semen dan ke PT Viquam di wilayah Kupang. “Untuk jurusan AKL, kami sudah lakukan kunjungan industri ke 3 unit industri yaitu Bank Mandiri, PT Semen dan Viquam pada Kamis, 22 Oktober 2019 kemaren. Kunjungan industri diikuti oleh 178 siswa kelas sebelas (XI, kelas dua), yang kami bagi dalam tiga kelompok masing-masing : ke Bank Mandiri 50 siswa, ke perusahaan air mineral  Viquam 128 siswa dan ke PT semen seluruhnya (178 siswa) ikut kunjungan industri dengan dengan didampingi 15 guru produktif dan wali kelas. ” Jelasnya.

Maksud dan tujuan kunjungan, jelas Ikha lagi yaitu agar siswa Jurusan AKL mereka bisa gali informasi kegiatan di dunia kerja seperti di Bank Mandiri seperti apa perbankan itu. Selain itu siswa kami bawa ke PT Semen Kupang dan pabrik pengolahan air mineral Viquam. Dan closingnya kami bawa siswa ke lokasi wisata Pantai Aer Cina untuk dukung program Bersih Sampah Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat.” Tandas Ikha semangat.

Di Bank Mandiri sebagai contoh, siswa ditunjukkan apa saja produk perbankkan seperti tabungan dan giro. Dan pemaparan pembuatan laporan keuangan seperti apa secara garis besar dalam Kelas khusus di Bank Mandiri.
“Nilai dari kunjungan industri akan dimasukkan dalam nilai praktikum.” Jelas Ikha.

Di SMKN 1 Kupang, jelas Ikha spesialnya adalah berani membuat program kunjungan industri pada kelas dua dan Praktek Kerja Lapangan (PKL),  “Khusus PKL selama 6 bulan, bahkan kami berani membuka akses ke luar NTT di dunia industri yang beragam sesuai dengan jurusan di SMKN 1. PKL siswa akan di dampingi oleh guru pembimbing dan diasramakan. Bahkan kami juga memiliki LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) yang memberikan ujian kompetensi dan jika lulus dapat sertifikat dari BNSP berlogo burung garuda dan bertaraf Nasional bahkan internasional. Dengan sertifikat ini maka lulusan SMKN 1 sangat kompeten untuk diterima bekerja.” Ujarnya bangga.

Ikha jelaskan bahwa pengaruh dari kunjungan industri, siswa memiliki animo untuk bekerja di bank dan mereka makin tertarik untuk bekerja. “Itu efek positifnya. Siswa melihat keren kalau bekerja di Bank.  Dan sikap excited mereka saat bertanya lebih jauh tentang apa saja yang di kerjakan dan dihasilkan dari dunia perbankkan.”

Kepala SMKN 1 Kupang, Mathias Beeh bahwa guru juga terus menambah pengetahuan dn kompetensinya sehingga mampu mengelolah pendidikn pembelajaran dan pelatihan bagi siswa berbasis industri.”Dengan demikian lulusan akan semakin berkualitas dan berdaya saing tinggi mengisi lapangan pekerjaan. Konsepnya bisa sama tp yg berbeda adalah dinamika perkembangan industri saat ke saat. Ini yang perlu penyesuain agar siswa bisa mengikuti perkembangan terkini saat melakukan kunjungan.” Jelasnya lewat pesan whattsapp.

“Kunjungan Industri di SMKN 1 Kupang sudah dilakukan setiap tahun sejak 2013.” Jelasnya lagi. “Ke depannya Program Kunjungan Industri akan kami konsep dengan lakukan MoU dengan perusahaan besar di NTT untuk melakukan updating perusahaan mitra yang tidak hanya menerima kunjungan tiap tahun tapi juga melakukan sit in class program sehingga siswa lebih lengkap paham tentang hal-hal terkini setelah kunjungan industri.” Tulisnya terkait kelanjutan program Kunjungan Industri.■■ Juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *